Cuma Gara-gara Nanas, Perselisihan Taiwan-China Makin Panas!

Foto: AFP/Getty Images

Jakarta – Perselisihan antara Taiwan dengan China semakin memanas. Makin memanasnya kondisi kedua negara tersebut hanya dikarenakan persoalan buah nanas.

Dikutip dari NDTV.com, Sabtu (27/2/2021), China secara tiba-tiba melarang impor nanas dari Taiwan. Pemerintah China mengumumkan larangan itu Jumat pagi lalu setelah mengatakan menemukan hama pada nanas yang diimpor dari Taiwan.

Pihak Taiwan lantas mengecam larangan ini dan menilainya sebagai langkah intimidasi ekonomi. Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di pulau tersebut juga menyebut China melakukan serangan terhadap Taiwan dengan larangan politik, yang diberlakukan pada 1 Maret tersebut.

“China tampaknya menduplikasi tindakannya (seperti) terhadap anggur Australia tahun lalu dengan menggunakan intimidasi ekonomi terhadap Taiwan,” kata partai itu dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang juga menilai larangan itu tidak masuk akal, sebab ekspor biasanya melewati pemeriksaan keamanan di China dengan tingkat hampir 100%.

Para petani nanas saat ini sedang mempersiapkan musim panen-tahun lalu Taiwan mengirimkan sekitar 42.000 ton nanas ke China, 95% dari total ekspor buahnya.

“Kami berharap orang Taiwan akan mendukung nanas Taiwan seperti anggur Australia yang didukung Australia,” kata juru bicara kepresidenan Taiwan Xavier Chang.

Menteri Pertanian Chen Chi-chung juga China untuk melakukan pembicaraan dengan Taiwan guna menyelesaikan masalah tersebut. Sayangnya belum ada komunikasi resmi antara keduanya sejak 2016.

China sendiri memang diketahui telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada tahun 2016, karena dia memandang pulau itu sebagai negara berdaulat de facto dan bukan bagian dari ‘satu China;.

 

Sumber : https://finance.detik.com/

suaraped

Berita Terkait

One thought on “Cuma Gara-gara Nanas, Perselisihan Taiwan-China Makin Panas!

Leave a Reply to suaraped Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *