ENTAH TAKUT SIAPA MENDULANG TEMPAT LAIN MEMBANGUN DAN MEMPERKAYA DI TEMPAT LAIN.

ENTAH TAKUT SIAPA MENDULANG TEMPAT LAIN MEMBANGUN DAN MEMPERKAYA DI TEMPAT LAIN.

OLeh : Nelly Yoman,SH.
( Sekretaris Umum Forum Peduli Puncak Jaya).

Dimana sebuah Kota itu mau maju itu tidak datang dengan sendirinya, semua melalui usaha keras Pemerintah dan masyarakat wilayah tersebut. karena perubahan itu tidak dapat terjadi sendiri. bagai membalikkan telapak tangan. Tidak semudah itu pembangunan membutuhkan proses dan semua kelompok atau elemen Masyarakat di wilayah tersebut harus memiliki konsep pemahaman yang sama. Dengan tujuan untuk bersama-sama membangun dan menjaga yang sudah dibangun maka perubahan itu akan terjadi tahapan ke tahapan dari bawah ke atas.

Yang harus berperan penting selain dari pemerintah adalah orang-orang yang mengerti,para sarjana bahkan orang-orang yang mempunyai pengalaman merantau ke kota.
Karena pembangunan dan kemajuan daerah yang diinginkan itu tidak sendirinya jatuh dari langit tetapi harus dikerjakan dengan usaha yang keras dari diri kita sendiri.

Adanya pemerintahan di wilayah tersebut membantu menyediakan Lapangan kerja dan infrastruktur serta fasilitas lainnya seperti kantor pemerintahan, pusat pelatihan dan lain-lain.
untuk mengisi slot yang disediakan pemerintah dibutuhkan SDM yang ada di wilayah itu, bagaimana cara mengelola sumber daya alam maupun masuk bekerja dalam lowongan yang disediakan pemerintah dengan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (ASN).

Dan SDM wilayah tersebut harus mampu menciptakan lapangan kerja maupun usaha-usaha yang dapat membantu masyarakat namun tetap ada keuntungan. usaha seperti membuka Bengkel, Tempat Servis Elektronik, Menyediakan Transportasi dan masih banyak yang lainnya sesuai dengan skill masing-masing.

Dan salah satu contoh adalah para pejabat bahwa pegawai yang mengabdi di daerah itu dan mencari nafkah di daerah tersebut. Mereka sangat mengerti sehingga mereka harus menjadi teladan buat rakyat tempat itu. Mereka mempunyai penghasilan maka harus bisa membangun rumah sendiri bisa membawa Keluarga tinggal bersama dan membangun usaha-usaha lain sesuai potensi yang mereka miliki.

Dengan Begitu akan nampak kemajuan daerah tersebut karena semuanya telah berkontribusi membangun wilayah atau daerah mereka. Faktanya kami melihat selama ini para pejabat Eselon I,II ,III dan IV di wilayah Papua lebih khusus puncak jaya. Kebanyakan dari mereka tidak berkontribusi, mereka datang mencari makan tapi hasilnya dibawah pergi membangun ditempat yang lain atau Kota.

Padahal wilayah tersebut adalah kampung halaman mereka tapi mereka lebih memilih memajukan di kampung orang lain dengan membangun rumah mewah, Mobil mewah dll. Dan juga membuka usaha-usaha, Kos-kosan, Perhotelan sejenisnya.

Hanya Sedikit orang yang peduli dan benar-benar membangun daerah mereka. Untuk di wilayah Papua memang benar ini yang dapat dilakukan oleh kami orang Papua lebih khusus kami orang Papua bagian pengunungan tengah.

Padahal sesungguhnya kita punya SDM tidak kalah dari wilayah Papua lainnya, banyak Orang sukses, dari pejabat, ASN bahkan banyak pengusaha. Namun konsep untuk memajukan daerah ini tidak dimiliki oleh mereka atau bagaimana? . Karena kenyataannya implementasi mereka sangat Nol dilapangan.

Yang mereka lakukan selama ini adalah membangun diluar daerah mereka dan memajukan kota atau tempat lain bukan tempat kelahiran mereka. padahal mereka mencari nafkah semua di daerah mereka tapi hasil di bawah pergi membangun tempat lain. keluargapun juga semua dibawah pergi ke kota dengan alasan-alasan tertentu, dampaknya perputaran ekonomi di daerah menurun.

Kasihan buat mama-mama yang datang bawa jualan dari kampung karena untuk belanja hasil jualan mereka. siapalagi para pejabat, ASN dan orang sukses di sanah keluarga mereka tidak berada disanah. sehingga Faktor ekonomi masyarakat jadi lemah karena putaran roda ekonomi tidak stabil.

Hanya satu dua orang yang benar-benar peduli dan mengerti sehingga mereka dapat membangun daerah mereka.

Salah Satu contoh di mata saya, saya melihat salah satu Tokoh Intelektual Puncak Jaya yang menurut saya sangat peduli dan benar-benar mengerti itu ada pada kakak Yus Baminggen, S.Sos.M.Si. Dia adalah seorang pemuda yang harus menjadi tolak ukur buat yang lainnya. karena beliau berkontribusi besar untuk memajukan daerah dimana tempat dia berasal. Dia Mempunyai Rumah, Usaha-usaha beliau berjalan di daerah, Beliau melihat mama-mama yang memikul noken dari kampung yang jauh sehingga Membuka Transportasi untuk meringankan beban mereka, Mempunyai Wifi Nazareth, di mana waktu internet belum begitu stabil di daerah itu, dan masih banyak lagi yang beliau lakukan, Dan baru sekarang membuka media Online dengan Nama Lannyweb.co.id. untuk mempublikasikan perkembangan daerah dan peristiwa.

Semua yang dilakukan beliau adalah luar biasa, karena beliau ikut serta dan mengambil peran penting dalam kemajuan pembangunan di wilayah Papua khususnya puncak jaya. Banyak anak puncak jaya yang seperti beliau tapi bukan membangun daerah mereka. Karena mereka lebih memilih membangun di luar daerah mereka dengan Rumah Mewah, Mobil Motor yang mewah memboyong semua keluarga.

Tempat asal mereka saja tinggal di rumah dinas, menggunakan motor dinas,mobil dinas bahkan tinggal di kos-kosan, macam orang pergi berlibur padahal tempat tersebut adalah tempat mereka lahir dan tempat mereka bekerja mencari nafkah.

Andaikan bisa berikan masukan kepada Bupati, agar ke depan memberikan Jabatan Eselon I,II,III dan IV harus bisa mandiri, semua keluarga harus berada disanah, Harus memiliki Rumah Pribadi agar pembangunan yang diharapkan itu tercapai dan juga putaran ekonomi menjadi stabil. Mempunyai Kendaraan Mewah suruh mereka bawah Taruh disanah, Kalau tidak mau Bupati mempunyai kewenangan untuk Menganti orang yang bisa memberikan kontribusi.

Jangan Kami selalu berkoar-koar bahwa saya anak daerah dan mempunyai hak tetapi faktanya kebanyakan anak daerah tidak punya kontribusi nyata di lapangan. semua hanya berkoar-koar diluar bagai angin yang berlalu. Untuk para oknum pejabat publik di daerah hal ini sangat memalukan yang kalian lakukan, Kamu takut dan lari membayong semua keluarga itu karena siapa? , takut memberi makan keluarga atau orang tua disanah atau karena apa?. Heran melihat oknum pejabat bicara banyak tapi Nol dalam berkontribusi. semoga bermanfaat buat introspeksi diri bagi yang merasa.

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *