PIHAK GEREJA GIDI WILAYAH YAMO MEMINTA KOMPENSASI KEPADA PEMDA PUNCAK JAYA DENGAN SELURUH MASKAPAINYA ATAS PEMAKAIAN BANDARA MULIA.

PIHAK GEREJA GIDI WILAYAH YAMO MEMINTA KOMPENSASI KEPADA PEMDA PUNCAK JAYA DENGAN SELURUH MASKAPAINYA ATAS PEMAKAIAN BANDARA MULIA.

Mulia : Terkait dengan pemakaian Lokasi tanah Milik Gereja GIDI wilayah Yamo dalam hal ini tentunya Bandar udara Mulia yang digunakan oleh pemerintah dan seluruh Maskapai penerbangan sejak
Masih Distrik Mulia Kemudin menjadi Kabupaten puncak Jaya hingga saat ini.

Apakah dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak Jaya, Cq. Semua Maskapai sudah pernah bayar sewa atau kontrak kerja sama dengan pihak Gereja GIDI wilayah Yamo notabene sebagai milik asetnya GIDI atau justru tidak pernah bayar dengan etikat kurang baik ? Tentunya selama bertahun – tahun menggunakan sebagai akses jalur transportasi udara atau maskapai selama ini.

Jika ternyata kemudian belum pernah bayar kompensasi Maka Gereja GIDI wilayah Yamo akan mengambil sikap untuk segera menempuh jalur hukum perdata dengan gugatan Class Action nantinya. Namun untuk saat ini utamakan dgn dimedia berikutnya diajukan SURAT SOMASI tertulis kepada PEMDA Kabupaten Puncak Jaya, Cq. Seluruh Maskapainya untuk segera bayar lunas secara tunai yaitu dihitung kerugiannya dari sejak memakai lokasi tanah milik aset gereja GIDI wilayah Yamo Mulia, baik secara material maupun immaterial.

Bandar udara Mulia Kabupaten Puncak Jaya, kota mulia adalah milik resmi oleh gereja GIDI wilayah Yamo, sesuai bukti kepemilikan lengkap dengan seluruh bukti serta dokumentnya sehingga patut beralasan hukum untuk meminta kepada pihak – pihak Dalam hal ini pihak pemerintah daerah kabupaten puncak Jaya dengan seluruh Maskapainya untuk Segera menyelesaikan pembayaran sebagai kompensasi yang dimaksud dengan dibayarkan secara tunai.

Bandara mulia Kabupaten Puncak Jaya adalah salah satu aset gereja GIDI wilayah Yamo sehingga selama ini jika memang belum pernah membayar ganti rugi atau sewa – menyewa maka tentu sangat dirugikan baik Material maupun immateri, apa lagi menggunakan tanpa akta atau perjanjian tertulis oleh pemerintah daerah kabupaten puncak Jaya, Cq. Seluruh Maskapai dengan pihak Gereja GIDI wilayah Yamo maka terjadi masalah serius untuk buka dimuka hukum, oleh sebab itu pihak Gereja GIDI wilayah Yamo Meminta segera pertanggungjawabannya sebelum mengambil langkah – langkah hukum untuk lebih lanjut.

Titus Tabuni,SH, MH., mengatakan dirinya sudah mendapatkan dokument – dokument dan bukti – bukti fisik maupun nonfisik terkait dengan Kepemilikan lokasi tanah bandara mulia yang dimaksud . Dan selama menggunakan sebagai akses penerbangan maskapai tanpa dokument atau surat menyurat sebagai bukti autentik, Tujuan berita ini diturunkan agar pemerintah daerah dapat mengetahui tujuan orang tua untuk mencari jalan keluar.

Dengan adanya pemberitaan ini lalu kemudian dibicarakan bahkan selesai secara Persuasif (Kekeluargaan) agar pemerintah daerah kabupaten puncak Jaya dan seluruh maskapai segera selesaikan tujuan isi berita tersebut sahutnya.

Pasalnya melihat kebutuhan dan pertumbuhan Gereja untuk memenangkan jiwa manusia untuk Tuhan sangat dibutuhkan bantuan bersifat baik moral maupun materi untuk menunjang pelayanan kerohanian khususnya Gereja GIDI di wilayah Yamo ke daerah – daerah serta kampung – kampung terpencil untuk diberitakan Injil Keselamatan yang kekal dan abadi sangat penting dan dibutuhkan keuangan (Finansial) untuk menunjang kebutuhan pelayanan yang dimaksud.

Sebagai mana GIDI mempunyai Visi “PENGINJILAN BELUM SELESAI” Sehingga untuk mewujudkan visi itu Gereja GIdI wilayah Yamo membutuhkan anggaran. Oleh sebab itu sebagai mana Bandara Kota Mulia adalah Aset Gereja Gidi sehingga pemerintah daerah bisa mengerti dan memperhatikan untuk pembagian Hasil Pengelolaan Bandara yang dimaksud.

Apalagi saat ini Bupati adalah anak Kader Gidi sehingga harapannya apa yang diharapkan oleh Gidi wilayah Yamo bisa diperhatikan.

Sumber: Titus Tabuni,SH.MH.,(Via/WA).
Editor: Mitha.

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *