DAMPAK DARI PADA PERANG SUKU MASALAH DESA 14 SEKOLAH DASAR DI PUNCAK JAYA TIDAK BEROPERASI.

DAMPAK DARI PADA PERANG SUKU MASALAH DESA 14 SEKOLAH DASAR DI PUNCAK JAYA TIDAK BEROPERASI.

MULIA. Setelah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Puncak Jaya melakukan monitoring tgl 25 -27 februari di sekolah dasar dan menengah Wilayah puncak jaya ternyata 14 sekolah dasar di puncak jaya terdapat tidak ada aktivitas sehingga sekolah masih tutup sampai saat ini.

Terutama di Wilayah 2 sebanyak 10 Sekolah Dasar yang tidak beroperasi. Hal ini disebabkan sejak perselisihan sampai dengan terjadinya Perang semenjak 125 kepala kampung di ganti. Kerugian di sisi SDM yang paling berdampak adalah 14 sekolah dasar yang tidak beroperasi.

Tokoh Masyarakat, Pemuda, Gereja, Adat dan Perempuan di luar kota mulia terutama di wilayah 2 yakni ilu dan sekitarnya tdk ada yg mau peduli dengan pendidikan. ungkap Irianto Wonda.
sejak perang antar distrik akibat pergantian 125 jabatan Kepala kampung terjadi. Karena Masalah ini setiap saat selalu diangkat terus sehingga mempengaruhi para Guru dan Siswa. Mereka takutkan sewaktu-waktu perang bisa kembali terjadi sehingga aktivitas proses belajar sekolah dasar tidak berjalan.

Sebanyak 10 SD di wilayah 2 di tutup tidak ada proses belajar mengajar. Mengakibatkan SDM Puncak Jaya Generasi penerus di wilayah 2 sangat memprihatinkan. Maka kawan kawan stop ungkit masalah jabatan 125 kepala kampung. Perang Masalah jabatan kepala kampung ini sudah banyak memakan Korban, dari Nyawa, Harta benda di Tambah lagi sekarang Dengan Sekolah Dasar dimana Dasar Sumber daya manusia harus berkembang menjadi vakum dan tidak berjalan.

Kalau begini Jadinya siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang harus disalahkan. Dinas Pendidikan mengintruksikan harus diaktifkan kembali namun Trauma dari para Guru sampai Siswa mengakibatkan tidak ada yang berani.

Semoga Orang-orang penting yang sekarang lagi serius membuat suasana puncak jaya rusak, tolong diperhatikan nasib anak-anak bahkan adik-adik kita. Apakah kepintaran kita sekarang sudah memberikan kontribusi yang baik? atau karena keegoisan kita ingin mempertahankan apa yang diyakini sehingga menciptakan ruang publik di masyarakat di matikan dengan SDM masa depan puncak jaya tidak mendapatkan pendidikan. Apakah Generasi yang dirugikan ini tidak boleh memiliki massa depan yang lebih baik seperti anak-anak di wilayah lain, tolong dan tolong direnungkan.

Sebagai Mahasiswa yang beintelektual dan menjujung independensi bisa melihat hal – hal yang benar dan salah sebelum bertindak lakukan Kajian, Evaluasi dan silahkan bertindak selama hal yang di jadikan dasar tersebut menguntungakan masyarakat puncak jaya tetapi jika hanya merugikan masyarakat puncak jaya lebih baik stop !!! , ungkap pak Wonda melalui Via WhatsApp.

11/03/2021.SP.
Editor: Mitha

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *