Drama Penculikan Anak 9 Tahun yang Viral di Klaten

Dua pelaku penculikan anak di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

Klaten – Polisi akhirnya menangkap dua pelaku penculikan anak berusia 9 tahun di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang sempat viral di media sosial. Pelaku yakni IR (52) dan RAR (25) merupakan ibu dan anak warga Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur.

Postingan soal penculikan itu salah satunya diunggah pemilik akun Budi N** di grup Facebook Info Seputar Klaten (ISK), Kamis (25/2) dini hari.

“Yuck kita tingkatkan kewaspadaan dan kita awasi anak² kita !! Kejahatan selalu mengintai mereka..Semoga lekas ketemu dan pulang berkumpul lg dgn keluargamu ya dik..!! Info terakhir pelaku menggunakan mobil warna putih,” tulis postingan itu seperti dikutip detikcom, Kamis (25/2/2021). Saat itu sudah ada lebih dari seribu tanggapan dari netizen di postingan tersebut.

Postingan itu disertai foto seorang anak yang disebut sebagai korban dan disertai tangkapan layar kronologi kejadian. Saat ditelusuri, peristiwa itu terjadi di ruas Jalan Joton-Manisrenggo, Desa Joton, Kecamatan Jogonalan.

Kades Joton Aris Gunawan mengatakan dari keterangan warga, peristiwa yang terekam kamera CCTV itu terjadi Selasa (23/2) sekitar pukul 09.00 WIB. Dari rekaman CCTV, kata Aris, tampak seorang anak dibawa dengan mobil.

“Dari CCTV ada mobil ke sekitar rumah sekitar pukul 09.00 WIB. Keluarga tahu anaknya tidak pulang itu baru sekitar magrib,” terang Aris saat ditemui detikcom di kantornya.

Aris menyebut setelah mengetahui sang anak tidak pulang, keluarga lalu melapor ke RT dan Polres Klaten. Dia menyebut polisi langsung datang ke lokasi.

“Malam itu juga polisi datang ke rumah dan lokasi. Kasusnya sudah ditangani polisi tapi RT juga tidak memberitahu ke pemerintah desa,” lanjut Aris.

Sementara itu, saat detikcom mendatangi rumah keluarga tersebut pada sekitar pukul 10.00 WIB, kondisinya sepi dan tertutup rapat. Tetangga korban enggan bicara soal peristiwa tersebut.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan kasus dugaan penculikan anak itu masih dalam penyelidikan.

“Sudah kami kirimkan tim ke lapangan untuk penyelidikan. Doakan segera tertangkap,” jawab Andriansyah, Kamis (25/2).

Hingga akhirnya polisi menangkap dua pelaku di rumah kontrakannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu mengungkap dua pelaku penculikan itu ternyata ibu dan anak.

“Pelaku adalah IR dan RAR. Pelaku ini merupakan ibu dan anak,” kata Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu kepada wartawan di kantornya, Jumat (26/2).

Edy menyebut antara korban dan salah seorang pelaku, RAR, sudah saling mengenal. Sebab RAR pernah indekos di rumah orang tua korban di Klaten.

“Pelaku RAR ini sekolah keperawatan dan saat KKN pernah ditampung di rumah korban jadi sudah kenal. Kejadian penculikan hari Selasa (23/2) pukul 10.00 WIB,” urai Edy.

Edy mengatakan peristiwa penculikan itu terjadi saat korban tengah bermain di jalan dekat rumah warga. Kala itu, korban sedang bermain dengan beberapa anak lainnya.

“Korban bermain bersama lima orang anak. Saat bermain itu menurut saksi ada mobil warna putih ditumpangi dua perempuan datang menemui korban,” lanjut Edy.

Beberapa saat peristiwa itu terjadi, polisi lalu mendatangi TKP penculikan di ruas Jalan Joton-Manisrenggo, Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Klaten. Di lokasi didapatkan rekaman CCTV.

“Kami mengetahui kejadian itu sore hari sehingga kita tindak lanjuti datang ke TKP, menemui ibu korban, mendapatkan CCTV dan keterangan saksi. Dari CCTV benar mobil melintas di TKP,” jelas Edy.

Edy mengatakan pihaknya sempat menyelidiki ke Yogyakarta dan mendapatkan keterangan pelaku RAR bekerja di Bogor. Tim lalu berkoordinasi dengan Polres Bogor.

“Kita koordinasikan dengan Polres Kabupaten Bogor untuk mengetahui apakah pelaku bekerja di Bogor. Ternyata benar dan tanggal 24 Februari pukul 21.00 WIB pelaku kita tangkap bersama Polres Bogor untuk dibawa ke Klaten,” papar Edy.

Dalam aksinya, papar Edy, pelaku ternyata bermodus mengajak korban makan bakso. Korban diajak makan bakso ke Yogyakarta. “Korban dan pelaku ini sudah saling kenal. Setelah ketemu, korban diajak makan bakso ke Yogyakarta,” imbuh Edy.

Namun bukannya ke Yogya, dua pelaku membawa korban ke Solo menuju toko pakaian. Baru setelah itu diajak makan bakso dan dibawa ke Bogor.

“Korban sempat menangis dan mengatakan ingin pulang. Namun tak dibawa pulang justru dibawa ke Bogor, ” ucap Edy.

Edy Suranta mengungkap pengakuan ibu dan anak itu nekat menculik karena kehilangan emas saat mengajak ibu korban ke rumahnya. Pelaku menuduh ibu korban pencurinya.

Dua pelaku dan keluarga korban ini sebelumnya sudah saling kenal baik. Bahkan ibu korban pernah diajak para pelaku ke rumahnya di Lampung.

“Ibu korban ini pernah diajak ke Lampung kemudian singgah ke Bogor, jadi sudah saling kenal. Saat ibu korban pulang, pelaku ini kehilangan emasnya dan menuduh ibu korban yang mencuri, padahal tidak,” ungkap Edy.

Menurut Edy, setelah kejadian kehilangan emas itu, pelaku dan korban sempat saling komunikasi lewat ponsel. Saat komunikasi itu, ibu korban membantah tuduhan itu.

“Setelah saling WA (WhatssApp), pelaku meminta ibu korban mengakui mencuri emasnya. Kata pelaku, emas itu emas warisan tetapi ibu korban tetap tidak mengakui, jadi ini motifnya,” sambung.

Soal apakah benar pelaku kehilangan emas, polisi juga masih mendalaminya.

“Ini (emas) kita juga belum tahu sebab tidak ada surat surat juga. Sebab itu pengakuan pelaku dan ini masih kita periksa,” pungkas Edy.

 

Sumber : https://www.detik.com/

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *