LOYALITAS KEPADA PEMIMPIN MENJADI HAL YANG LANGKAH DALAM KEPEMIMPINAN KEPALA DAERAH.

LOYALITAS KEPADA PEMIMPIN MENJADI HAL YANG LANGKAH DALAM KEPEMIMPINAN KEPALA DAERAH.

OLEH: NELLY YOMAN,SH.

YOMAN : Loyal atau loyalitas biasa diartikan sebagai sikap setia. Loyalitas Pegawai atau karyawan dapat pula didefinisikan sebagai tindakan menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang konstan kepada pimpinan atau perusahaan tempatnya bekerja. Loyalitas merupakan suatu hal yang emosional.

Dan sikap loyal kepada pemimpin itu harus dibuktikan dengan kesetiaan dan harus berani apapun persoalan yang menerpa dalam tempatnya bekerja maupun kepada pimpinannya. Dalam suasana ada masalah yang menghampiri Pimpinan atau perusahaan disini membutuhkan konsisten pegawai terhadap pimpinan dimana menunjukkan loyalitas mereka akan mendukung untuk menghadapi ujian bahkan persoalan yang dihadapi oleh pemimpin atau tempat perusahaan dimana seorang bekerja.

Fokus pembahasan Loyalitas kali ini terhadap perjalanan atau karir politik para kepala daerah. Kita dihadapkan kepada seorang pemimpin/ Kepala daerah. Dan Tentunya seorang kepala daerah memimpin suatu daerah disitu pasti ada Pegawai, ada Masyarakat dan komponen masyarakat seperti LMA dan Organisasi Masyarakat, Gereja dan Lain-lain.

Dalam kepemimpinan pastinya banyak hambatan yang dihadapi oleh pemimpin tersebut. Disinilah pemimpin tersebut membutuhkan dukungan dari bawahannya. Dukungan yang ditunjukkan oleh bawahannya ini akan menunjukkan kesetiaan atau seringkali disebut loyalitas bawahannya kepada pemimpin itu sendiri.

Tentu dalam Pembahasan artikel tentang kepala daerah ini sangat unik, karena kepala daerah merupakan jabatan politik yang diemban oleh seseorang. Dimana mereka direkomendasikan oleh sebuah partai politik sehingga yang menjadi pemimpin antara Kepala daerah yaitu seorang Gubernur atau Bupati dan wakilnya selalu tidak sama partai, tetapi karena berkualisi sehingga mereka maju dan memenangkan pertarungan politik tersebut. adapula partainya sama tetapi kebanyakan berbeda partai. Dan tentunya sebagai kader partai mestinya memiliki tanggungjawab untuk bisa mengaplikasikan apa yang diinginkan partai pendukung masing-masing.

Dalam kepemimpinan pasti ada pembagian kekuasaan Antara kepala dan wakil dalam memimpin. Disinilah terdapat banyak persaingan oleh para pimpinan ini saat mendekati pemilu. walaupun sebagian setia dan Loyal kepada pasangan tetapi adapula yang bandel dan bermanuver untuk melawan pimpinannya. Sebab ambisi seorang manusia jelas besar dan rasa puas seorang manusiapun tidak ada terbatasnya.

Hal ini bukan terlarang atau dibatasi oleh sebuah aturan tetapi semua itu hal yang wajar terjadi. Dan disitupula akan terlihat loyalitas seorang kepada pimpinannya. Adapula orang-orang yang dikaderkan dan dibawah oleh seorang pemimpin itu namun sewaktu-waktu ia bisa berbalik dan menghianati pemimpin yang selama ini dikaderkanya. Karena namanya manusia rentan sekali berbuat kesalahan atas pengaruh lingkungan dan rasa ingin berbuat yang lebih agar orang-orang dapat menghormatinya.

Kita melihat banyak sekali terjadi persaingan kepemimpinan antara Wakil dan Kepala dan Juga Para kepala dinas yang dipercayakan oleh pemimpin itu melawan orang yang selama ini berjasa terhadapnya. Kalau sudah seperti ini maka loyalitas orang-orang itu bisa dikatakan tidak ada dan bisa juga dikatakan bahwa mereka menghianati pemimpin yang selama ini percaya kepada mereka. Dan adapula yang mengatakan tidak tahu berterima kasih dll, tetapi sesungguhnya dalam dunia politik tentu hal itu wajar.

Loyalitas sendiri tidak harus dipaksakan karena orang yang memiliki loyalitas itu adalah orang-orang yang setia bukan dari mulut melainkan hal itu representasi yang dipresentasikan dari lubuk hati mereka. Dan orang setia dan peduli seperti ini adalah manusia yang langkah ditemukan di muka bumi ini.

Manusia pada umumnya adalah makhluk sosial dimana selalu berinteraksi antara satu sama lain dan berusaha keras untuk mendapatkan kesuksesan. Dan tidak ada rasa puasnya, setelah mendapat yang diinginkan selalu saja ingin yang lain lagi dan akan seterusnya begitu. Banyak orang yang mengatakan mensyukuri apa yang ada tetapi kenyataannya manusia susah untuk mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan dan ingin terus menerus memiliki hal-hal yang baru dalam kehidupan mereka. Menginginkan sesuatu yang lebih dan ingin diakui serta tampil sempurna tetapi hal itu susah untuk dimiliki oleh seorang manusia karena tidak pernah ada rasa puas dihati manusia.

Apabila ada orang yang begitu secara total dan tulus peduli serta loyal kepada anda maka andapun menghargai dia seperti dia menghargai anda. Karena kekayaann dan semua yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan tidak di bawah mati, Hanya perbuatan baiklah akan menjamin kita untuk hidup kekal di kehidupan akhirat manusia nantinya.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi Anda dan saya. Tuhan Memberkati.🙏🙏🙏

JAYAPURA, 21 MARET 2021.

Penulis.

 

EDITOR : Mitha

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *