MALAM KEARABAN MENERIMA ANGGOTA BARU DPC-IPMNI KOTA STUDI YOGYAKARTA 2022

Kota Studi Yogyakarta : MALAM KEARABAN MENERIMA ANGGOTA BARU DPC-IPMNI KOTA STUDI YOGYAKARTA 2022

Suara Peduli : kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan merupakan pendidikan yang telah lama dibangun berdasarkan dalam mental masa. Namun, kota pendidikan yang dibangun dan bagaimana Yogyakarta disebutkan sebagai kota pendidikan, maka tidak berhubungan dengan pendidikan tradisional tetapi pendidikan modern.

Oleh karena itu, batas waktu tulisan ini dimulai dari tahun 1900, awal politik etis yang memberikan kesempatan pendidikan modern berkembang, dilaksanakan di Hindia Belanda. Titik akhir adalah 1980-an ketika harus globalisasi maka telah menjadi bagian dinamika kota Yogyakarta dalam membangun dirinya.

Kota Yogyakarta pada tahun 1980-an menghadirkan realitas-realitas atau fenomena-fenomena perkotaan yang paradoks dan ironis. Pada periode ini, ada sebuah penelitian yang menunjukkan adanya realitas kumpulan kalangan pelajar dan mahasiswa. Pencintraan kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan sangat dipengaruhi oleh simbol-simbol pendidikan yang dimiliki Yogyakarta. Simbol-simbol itu sendiri berupa realitas fisik dan realitas sosial.

Keberadaan Muhammadiyah dan taman siswa yang bergerak di dunia pendidikan dan selanjutnya UGM. Universitas Gadjah Mada merupakan ikon-ikon dominan yang tidak bisa mengungkap kan dari proses pendidikan. Realitas-realitas ini merupakan simbol-simbol yang menarasikan Yogyakarta sebagai kota Pendidikan. Lahirnya Muhammadiyah dan taman siswa pada abad XX merupakan Cikal bakal terbentuknya pencitraan kota pendidikan.

Selanjutnya Yogyakarta sebagai simbol identitas nasionalisme Indonesia telah melahirkan Universitas Gadjah Mada sebagai simbol pendidikan nasional dan menciptakan Yogyakarta sebagai kota pusat pendidikan. Pusat pendidikan yang disebut dengan kata pusat maka banyak terdapat universitas, termasuk universitas terkemuka yaitu universitas gadjah Mada.

Hal inilah membuat kota Yogyakarta memiliki jumlah mahasiswa besar, yang berasal tidak hanya daerah Jawa saja, tetapi juga dari luar Jawa bahkan dari luar Indonesia.

Salah satunya adalah Mahasiswa Papua yang datang mengejar cita-cita begitu tepat, pergi pun pendidikan dapat selesaikan lalu berpergian ke Negeri kepala burung cendrawasih itu.

ditambah lagi generasi penerus bumi cendrawasih inilah yang datang melanjutkan pendidikan, diantaranya Mahasiswa Papua umumnya dan mahasiswa Nduga khususnya, asal kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Ibu kota Kenyam itu mereka mengenyam pendidikan berbagai perguruan tinggi kota ini, mereka adalah salah satu utusan dari orang tua “pergi jauh dari kampung halaman, pergi mengejar cita-citamu berjuanglah demi masa depan.”

Generasi muda memiliki potensi untuk mengubah diri mereka sebagai orang-orang terdidik dan terbelajar, mahasiswa Nduga kuliah berbagai universitas yang ambil program studi pun masing-masing pilihan, dapat sesuai kan dengan ke alian.

MALAM KEARABAN MENERIMA ANGGOTA BARU

Kegiatan penerimaan mahasiswa baru tahun ini diharakan mahasiswa, asal kabupaten Nduga – Papua untuk bergabung dan aktifkan dalam organisasi eksternal, bahkan organisasi internal kota Yogyakarta, kemudian organisasi DPC-IPMNI menyelenggarakan kegiatan rutinitas organisasi dilakukan setiap tahun 1 kali.

Namun tahun ini mahasiswa dimakrabkan mahasiswa angkatan lama 5 orang dan mahasiswa angkatan baru 21 orang tahun 2022.

Malam kearaban ini Panitia saudara Aza Gwijangge dan kawan-kawan telah mengharakan untuk memberikan materi 5 Narasumber yakni, hari pertama 2 pembicara dan hari kedua 3 pembicara yang sertai dengan pengenal organisasi DPC-IPMNI Se-Indonesia korwil Yogyakarta Solo.

5 Pembicara yang disebut tadi memberikan materi tentang dasar-dasar dan pengenalan organisasi agar mahasiswa baru membentuk mahasiswa beretika yang pandai dan mahasiswa memiliki keberanian tampil di depan umum, berkonsep yang dapat dipimpin suatu organisasi secara luas.

ditambah lagi organisasi DPC-IPMNI Kota Studi Yogyakarta penyelenggara kegiatan malam kearaban dengan tujuan, menyiapkan generasi penerus kabupaten Nduga – Papua agar mereka mempunyai kemampuan khusus yang berpotensial, sehingga mampu bersaing secara konsisten kreaktif inovatif dan kritis lingkungan kampus bahkan luar kampus.

Berikutnya, DPC-IPMNI Kota studi Yogyakarta merupakan tempat belajar suatu organisasi ke organisasi yang lain untuk mendidik kader-kader organisasi menjadi indivindu yang unik loyalitas kritis dan militan. Agar mahasiswa Nduga juga jelih melihat berbagai pandangan baik, persoalan sosial, politik, ekonomi, kesehatan, budaya dan agama yang sedang diadab kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

SUKSESNYA KEGIATAN MALAM KEARABAN

Kesan pesan yang disampaikan ketua panitia saudara Aza Gwijangge, ia ucapkan terima kasih kepada badan pengurus harian DPC-IPMNI Ketua, Wakil dan Sekretaris yang mana telah memberikan kepercayaan kepada kami, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik, atas kerja sama dalam kepanitiaan ini, sekretaris, bendahara dan jajaranya.

Aza ditambahkan tak lupa juga senioritas selalu ada untuk adik-adik, saya tidak bisa disebutkan satu persatu, seluruh mahasiswa DPC-IPMNI Kota Studi Yogyakarta

Sambungan. Wawancara rilis viedo ketua DPC-IPMNI Kota Studi Yogyakarta, Badan Pengurus Harian (BPH) saudara Yandis Telenggen sesungguhnya ia dapat sampaikan “kami bentuk panitia 2/3 bulan yang lalu sampai hari pelaksanaan kegiatan malam kearaban penerimaan mahasiswa baru tahun 2022/2023,

di Villa Anima Prantritis Bantul. 2 hari satu malam full time, hari pertama hingga hari kedua bisa berjalan dengan baik”

ditambah lagi ketua saudara Yandis Telenggen “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh anggota DPC-IPMNI Kota studi Yogyakarta atas kerja samanya, sehingga kegiatan ini bisa selesaikan dengan baik, begitu pula badan pengurus harian tak lupa. Ucapan selamat datang mahasiswa baru angkatan tahun 2021-2022. Kami badan pengurus harian secara resmi menerima mahasiswa baru menjadi anggota baru DPC-IPMNI Kota Studi Yogyakarta, pungkasnya”

Yogyakarta, 08 Agustus 2022

Penulis Oleh C. Tabuni

 

Editor: Abendak/suara peduli

 

 

 

 

 

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer