PARA PENERBANG PAPUA INGINKAN PEMERINTAH PROVINSI DAN KABUPATEN DI PAPUA MENYEDIAKAN MASKAPAI PENERBANGAN.

PARA PENERBANG PAPUA INGINKAN PEMERINTAH PROVINSI DAN KABUPATEN DI PAPUA MENYEDIAKAN MASKAPAI PENERBANGAN.

Dari perkembangan sumber daya manusia Papua dari semua sektor sudah mulai maju dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu. Sekarang Papua tidak bisa lagi dikatakan ketinggalan zaman karena pertumbuhan SDM semakin naik dari Tahun ke Tahun. Terlebih khusus Papua bagian pengunungan dimana daerah- daerah ekonomi baru maju sangat terpacu dalam sektor pendidikan untuk mengorbitkan SDM yang maju dari semua sektor.

Dalam pengamatan saya melihat perkembangan kemajuan SDM yang begitu luar biasa perlu adanya penyediaan lapangan kerja. Yang sulit dalam menemukan pekerjaan adalah dalam dunia penerbangan. padahal kalau berbicara tentang Papua kebih khusus bagian pengunungan penerbangan adalah salah satu transportasi utama yang menjangkau setiap daerah terpencil di wilayah Papua. Melihat situasi seperti ini banyak Anak-anak pribumi Papua sudah berusaha mengambil jurusan penerbangan dengan tujuan untuk melayani masyarakat di wilayah mereka yang selama ini selalu tertinggal.

Namun niat baik para penerbang yang sudah selesai dan memiliki lisensi terbang ini susah untuk dipakai dalam Maskapai penerbangan perintis. seperti untuk mendapatkan Jam terbang menjadi suatu persoalan. Dikarenakan karena setiap maskapai penerbangan mempunyai cara berbeda dalam mengambil para pilot.

Banyak sekali para pilot anak asli Papua yang susah untuk mendapatkan jam terbang, padahal mereka sangat ingin melayani. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/ kota di Papua sudah membiayai pendidikan mereka sehingga harapannya pemerintah harus mampu dan bisa menyediakan fasilitas untuk mereka bekerja.

Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang ada di daerah pengunungan wilayah Papua harus berpikir bagaimana cara menyediakan lapangan pekerjaan untuk mereka. sebab mereka dibiayai dengan anggaran negara yang besar oleh pemerintah namun menjadi satu hambatan besar dalam mendapatkan pekerjaan maupun jam terbang dalam karir mereka.

Sepertinya setiap Maskapai yang ada di Papua belum begitu memprioritaskan anak Papua untuk terbang melayani daerahnya sehingga pemerintah daerah harus menyikapi persoalan ini. Agar setiap SDM Papua yang siap benar-benar difungsikan. Melihat perkembangan anak Papua yang memilih karir di penerbangan tidak kalah dari teman-teman penerbang lain di Indonesia.

Ada beberapa penerbang asal Papua sempat mengeluhkan persoalan ini dalam diskusi dengan pemimpin Redaksi Suara peduli. Pada dasarnya mereka sudah siap namun jadi susah dalam memiliki jam terbang dan juga setiap Maskapai yang ada di Papua belum sepenuhnya memberikan kepercayaan dan jam terbang kepada mereka sehingga mereka banyak yang menganggur. Adapula isu seperti ini sampai di para pelajar yang sementara di sekolah penerbang sehingga mereka ragu atas masa depan mereka di dunia penerbangan.

Para penerbang dalam kesempatan diskusi itu menyampaikan keinginan mereka agar kedepannya pemerintah Provinsi dan Kabupaten di daerah Papua bisa menyediakan maskapai penerbangan agar mereka tidak ragu dan tidak susah lagi seperti sekarang dalam menunjang ekonomi bahkan karir mereka. Dan mereka menyampaikan bagi penerbang jam terbang sangat dibutuhkan namun itu yang sangat susah untuk didapatkan oleh anak-anak Papua yang berprofesi sebagai penerbang.

Andai saja pemerintah menyediakan Maskapai penerbangan sendiri dan diprioritaskan untuk anak Papua maka semua keluh kesah ini tidak akan pernah ada namun karena fasilitas itu tidak ada sehingga mereka susah dalam jam terbang dan lapangan pekerjaan. Dan hal itu sangat mempengaruhi dalam ekonomi para penerbang. Banyak sekali para penerbang yang sudah selesai pendidikan penerbangan dan memiliki lisensi terbang yang dibiayai oleh pemerintah provinsi Papua dan beberapa kabupaten di Papua yang memprioritaskan sekolah pilot. Semoga dengan pemerintah bisa segera merealisasikan suatu terobosan dalam hal menyediakan Maskapai penerbangan prioritas untuk anak Papua.

Editor : Mitha.

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *