SDM PAPUA BERTUMPUK BUKAN KARENA KESALAHAN PEMERINTAH TAPI KARENA TIDAK MELIHAT KEBUTUHAN LAPANGAN.

SDM PAPUA BERTUMPUK BUKAN KARENA KESALAHAN PEMERINTAH TAPI KARENA TIDAK MELIHAT KEBUTUHAN LAPANGAN.

Dalam melihat seksama dan mengamati Sumber daya manusia (SDM) di tanah Papua ini menjadi lapangan kerja yang terbuka dan subur buat orang pendatang. Sebagaimana penomena yang terjadi hari ini kebanyakan dari pada orang Papua itu asal – asal Kuliah dan giliran mau mencari kerja menjadi susah.

Bagaimana tidak faktanya bahwa kebanyakan daripada orang Papua melanjutkan pendidikan tidak melihat lapangan kerja yang dibutuhkan tapi kebanyakan berkecimpung dalam jurusan-jurusan umum sehingga dalam dunia kerja selalu menjadi masalah karena susah untuk mendapatkan pekerjaan.

Dari sekian banyak kebutuhan dalam formasi selalu dan paling banyak dibutuhkan adalah Tenaga Pengajar dan Kesehatan, namun kami orang Papua asli ini tidak pernah melihat dengan benar dan kuliah juga tidak mau mengambil jurusan yang menurut kami susah.

Kami mau yang instan dan mudah sehingga banyak sarjana, Hukum, Ekonomi, Ilmu Politik dan sebagainya yang banyak sedangkan Kesehatan, Pendidikan ini menjadi jurusan yang langkah ditempuh oleh orang Papua. Adapun yang menekuni jurusan tersebut tapi kalau mau dipresentasikan keseluruhan orang Papua maka hanya 10 % dari 100%.

Adapun jurusan seperti pertanian, peternakan dan informatika atau komputer tapi tidak punya skill dan gagasan. Ini juga menjadi masalah karena tidak bisa mempraktekkan, padahal tidak perlu harus menunggu formasi. Banyak pula yang jurusan komputer tapi tidak tahu cara mengoperasikannya, dan ini juga menjadi suatu pertanyaan?.

Faktor- Faktor yang mempengaruhi ada banyak menurut versi penulis diantaranya adalah ;
1. Tidak pernah berpatokan dengan kebutuhan Lapangan kerja.
2. Tidak mau mengambil Jurusan yang susah dan maunya yang Mudah.
3. Tidak Tekun dalam Jurusan
4. Semua Berambisi Mau jadi Pejabat.
5. Banyak yang tembak di luar sehingga SDMnya tidak mampu untuk bersaing.
6. Memiliki ijazah tapi tidak mempunyai skill sehingga tidak bisa membuka lapangan kerja sendiri dan menghasilkan penghasilan.
7. Kurangnya Biaya kalau jurusan Dokter atau Kesehatan. Dll.

Ini adalah faktor yang sangat mempengaruhi di dalam pertumbuhan SDM sehingga ada langkah-langkah khusus harus di buat di pemerintahan masing masing daerah di Papua.

Kita mau Demo, kita ribut soal formasi namun kenyataannya jurusan yang dibutuhkan paling banyak kami tidak memiliki legalitas jurusan tersebut. Apakah ini mau menyalahkan siapa? Diri kita sendiri atau pemerintah?. Tentu kalau kita berpikir secara logis maka kesalahan ini ada pada diri kita sendiri, tapi kami tidak pernah menyadari dan selalu menyalahkan orang lain.

Pendapat saya silahkan berikan Tanggapan?

By:
Yoman_Ulaga.

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *