SOSOK TITUS TABUNI, SH,MH.,, SEORANG ADVOKAT MUDA PUTRA LANI ASLI DARI PUNCAK JAYA PAPUA.

SOSOK TITUS TABUNI, SH,MH.,, SEORANG ADVOKAT MUDA PUTRA LANI ASLI DARI PUNCAK JAYA PAPUA.

Frofesi seorang advokat atau yang sering disebut dengan pengacara di mata orang yang awam kadangkala sering diartikan Orang pembela keadilan, orang yang mengerti dan memahami hukum dan lain sebagainya.

Memang benar seperti yang disebutkan di atas, Dan pada kesempatan baik ini Media suara peduli diberikan kesempatan untuk mewawancarai salah satu pemuda yang mempunyai profesi sebagai seorang advokat tidak lain dan tidak bukan !? Beliau adalah TITUS TABUNI SH,MH., anak Papua putra Dani dari puncak jaya..

Beliau Lahir disuatu kampung terpencil di mewoluk sekarang disebut dengan Distrik Mewoluk Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua pada tanggal 28 Juni 1986. Orangtua berprofesi sebagai seorang pendeta dan beliau adalah anak ke 3 dari 10 bersaudara.

Beliau menyelesaikan studi sekolah dasar di SD inpres Mewoluk 1997, Lulus SMPN.1.Mulia Tahun 2000 dan melanjutkan SMK Petra Nabire dan lulus pada tahun 2003. Beliau berkeinginan dan mempunyai cita-cita menjadi seorang pendeta seperti Ayahnya dan Masuk di STT GIDI Jayapura namun tidak pernah menyelesaikan karena putus ditengah jalan. Mungkin karena Tuhan berkehendak lain sehingga beliau Merantau ke Sulawesi Utara dan Masuk di Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dengan mengambil jurusan Hukum dan beliau menyelesaikan pendidikan strata satunya pada tahun 2010.

Beliau mengambil mendalami dan mengambil profesi Advokat dan lulus tahun 2015, dan menjadi anggota Pengacara dari perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI). Beliau melanjutkan studi magister Ilmu hukum di universitas Cenderawasih dan Lulus pada tahun 2021.

Dalam Aktivitasnya beliau terlibat dalam banyak organisasi diantaranya: Bidang Pendidikan di Ikatan Mahasiswa se Papua (IMIPA) Sulawesi Utara, Pernah terlibat dalam Organisasi Mahasiswa Puncak Jaya di Manado(PMPJ) Manado sebagai Pembina, pernah bergabung di lembaga Bantuan Hukum LBH SULUT di bidang pelayanan dan bantuan hukum tahun 2009. Pernah menjadi DPC PERADI kota Jayapura, Bidang Pembelaan dan Bantuan Hukum tahun 2016 dan LBH PERADI Papua tahun 2017 sebagai Bendahara.

Dan setelah menyelesaikan pendidikan beliau memilih profesi Advokat (Pengacara) karena beliau ingin memberikan bantuan hukum dan Keadilan bagi rakyat. Dan katanya beliau tidak berminat menjadi PNS seperti pada umumnya anak Papua dari sejak awal Kuliah S, 1. Namun selalu mempunyai impian untuk berjuang tanpa lelah untuk menjadi seorang Lawyer meskipun menjadi seorang Lawyer /Pengacara tidak mudah ungkap pak tabuni yang dulunya mempunyai cita-cita seorang pendeta tersebut.

Dan apa yang ingin pak Titus wujudkan adalah Meningkatkan fungsi layanan hukum bagi masyarakat tidak mampu dan terpinggirkan, terutama daerah – daerah yang rentang dengan pelanggaran HAM diseluruh Indonesia terutama Propinsi Papua ungkapnya penuh harapan.

Karena Beliau pak Titus menjadi pengacara atau seorang lawyer ingin sekali memberikan bantuan hukum sehingga keinginan untuk dapat bayar besar itu relatif murah bahkan didalam Kitab Undang-undang Advokat, sesuai Pasal 22 (Ayat 1& 2) menegaskan memberikan bantuan hukum secara cuma – cuma dan itu sangat jelas katanya lagi.

Dan kenapa saya selalu menanggani kasus-kasus orang-orang yang tidak mampu secara Materi karena itu saya punya komitmen dan pilihan untuk melakukan bantuan hukum kepada masyarakat yang tidak mampu untuk membela diri agar mendapatkan Keadilan serta hak mereka, lagi pula prinsip hukumnya memang begitu ” semua orang punya hak yang sama dihadapan hukum.”

Kami Juga menyediakan Kantor Bantuan Hukum agar terwujudnya gerakan demokratisasi dan pembaharuan dibidang hukum dalam rangka terbentuknya tatanan hukum yang berpihak kepada rakyat dan yang berkeadilan sosial dalam berbagai aspek”.

1.Mendorong jaminan akses hukum bagi masyarakat yang tidak mampu dan terpinggirkan agar mampu dan berdaya memperjuangkan hak dan kepentingannya baik secara individu maupun secara bersama-sama.

2.Terlibat aktif dalam kerja sama regional, nasional, internasional sebagai upaya pembaharuan hukum di Negara ini.

3.Mendorong lahirnya organisasi masyarakat sipil yang kritis dan cerdas. Itulah tujuan dari pada lembaga bantuan hukum yang telah kami dirikan.

Dan untuk menjadi seorang lawyer atau advokat bahkan pengacara memang Tidak sulit tapi perlu banyak sabar dan terus belajar, karena jadi pengacara profesional itu tidak mudah. Kalau Memang Tekun belajar dan berusaha maka semua itu bisa saja terjadi tergantung semua itu ada pada pribadi orang dan prinsip orang-orang itu sendiri.

Pribadi saya miliki Harapan agar semua instansi penegakan hukum terutama Pengacara baru atau lama baca Alkitab setiap hari agar punya hati takut Tuhan serta menegakkan atau membela kebenaran dan hukum secara adil bagi masyarakat pada umumnya khususnya Propinsi Papua.

Pesan kepada adik-adik yang mash dalam studi, utamakan Tuhan, sperti di Kitab Suci Matius 6:33 dan jangan menyerah dengan keadaan tapi semangat untuk mengejar impian sampai terwujud. Bagi adik- adik saya mau kuliah hukum saya dorong untuk belajar baik-baik karena persoalan hukum dan penegakkan hukum di Indonesia khususnya Propinsi Papua belum maksimal oleh karena itu BUKAN KITA SIAPA LAGI DATANG TEGAKKAN HUKUM SECARA ADIL DI PROPINSI PAPUA INI Ungkapnya.

Demikian Hasil Wawancara Suara Peduli dengan Pak TITUS TABUNI,SH.MH.

JAYAPURA,9 MARET 2021.SP/.Mitha/Yoman_Ulaga.

Syarat Jadi Pengacara;

Jadi pengacara :
# latar belakang pendidikan tinggi hukum
#magang minimal 2 Tahun
# Pendidikan khusus profesi Advokat(PKPA)
# Ujian Advokat /Pengacara lulus
# Dilantik di Pengadilan Tinggi lalu cari pengalaman dikantor pengacara Senior Pengacara 6-7 tahun
# buka kantor pengacara sendiri.

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *