Ajakan NasDem untuk Konvensi Capres Bertepuk Sebelah Tangan

Partai NasDem / Foto: Ari Saputra

Jakarta – Partai NasDem sudah ancang-ancang menggelar konvensi capres meski Pilpres 2024 masih 3 tahun lagi. Sayangnya, ajakan ke partai lain untuk koalisi bertepuk sebelah tangan.

Konvensi capres itu rencananya digelar NasDem pada tahun 2022. “Partai NasDem akan secara serius menyelenggarakan konvensi calon presiden pada 2022,” kata Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate saat konferensi pers secara daring seperti dikutip dari Antara, Jumat (26/2/2021).

Johnny menerangkan, melalui konvensi ini, Partai NasDem ingin menegaskan diri sebagai partai inklusif yang bisa menerima pemikiran dan pandangan politik dari berbagai kalangan masyarakat.

Dia menegaskan konvensi capres NasDem akan terbuka untuk semua pihak. Tidak hanya dari internal partai, bahkan bisa juga partai koalisi pendukung saja. NasDem saat ini tengah membangun koalisi dan menyusun kriteria, tata cara, prosedur, hingga jadwal konvensi.

Lebih lanjut, konvensi capres ini tidak akan menghasilkan calon presiden, tetapi NasDem juga akan membentuk koalisi dengan partai yang memiliki kesamaan visi dan misi. Koalisi lebih awal ini dilakukan agar calon presiden yang dihasilkan dari konvensi telah memiliki tiket untuk maju di Pilpres 2024.

“Dengan tujuan agar konvensi capres menghasilkan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang memiliki atau mendapat tiket untuk ikut dalam pemilihan presiden 2024,” paparnya.

Hanya saja, gayung belum bersambut. Belum ada parpol yang menyambut ajakan koalisi NasDem untuk konvensi.

PAN menyatakan pihaknya tidak akan ikut konvensi tersebut karena sudah memiliki mekanisme sendiri terkait pengusungan capres.

“PAN tidak akan ikut di konvensi Partai Nasdem. Alasannya, pertama, PAN sudah memiliki mekanisme partai dalam menjaring dan menetapkan calon presiden yang akan diusung di pemilu presiden,” kata juru bicara PAN, Viva Yoga Mauladi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/2/2021).

Waketum PAN ini menjelaskan partainya kini fokus pada konsolidasi internal untuk meningkatkan kualitas sistem kaderisasi. Lebih lanjut, pihaknya juga fokus membantu pemerintah mengatasi pandemi COVID-19.

“Kedua, PAN fokus melakukan konsolidasi organisasi, penataan jaringan partai, dan meningkatkan kualitas program perkaderan,” ujar Viva.

“Ketiga, PAN memprioritaskan untuk membantu pemerintah dalam memberantas pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional agar rakyat dapat bekerja normal kembali,” lanjutnya.

Selain PAN, Demokrat juga menolak ikut konvensi capres Partai NasDem.

Partai Demokrat (PD) belum berpikir untuk ikut dalam konvensi tersebut.

“Sampai saat ini Partai Demokrat belum terpikir untuk melakukan konvensi capres,” kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/2/2021).

Kamhar mengatakan pihaknya saat ini tengah melaksanakan grand design yang telah dibuat di masa kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Termasuk konsolidasi partai, yang merupakan bagian dari persiapan Pemilu 2024.

Lebih lanjut, Kamhar mengatakan Demokrat memiliki mekanisme tersendiri terkait pencalonan presiden. Namun Partai Demokrat masih membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai lain.

“Partai Demokrat juga punya mekanisme sendiri dalam menjaring capres, ini menjadi domain Majelis Tinggi Partai. Tentu Partai Demokrat akan membuka diri untuk membangun koalisi dengan partai-partai lain dalam menghadapi Pilpres 2024. Ini kondisi objektif yang harus dilakukan untuk dapat memenuhi ambang batas pengajuan pasangan capres dan cawapres,” ujarnya.

Sebenarnya, konvensi capres Partai NasDem tujuannya apa ya? Apakah ada calon yang disiapkan?

Sekjen NasDem Johnny G Plate menegaskan partainya tak menarget tokoh tertentu di konvensi. Dia menegaskan konvensi tersebut benar-benar digelar untuk mencari putra terbaik bangsa sebagai calon presiden.

“Saat ini belum ada nama figur capres NasDem yang disiapkan mengikuti kontestasi Pilpres 2024, walaupun NasDem melihat banyak potensi figur nasional yang mempunyai peluang mengikuti konvensi capres tersebut. Dengan demikian, tidak tepat jika terlalu dini mengidentifikasi figur tertentu sebagai capres NasDem Pilpres 2024,” kata Johnny menjawab pertanyaan apakah konvensi NasDem dirancang untuk mendukung calon tertentu, Jumat (26/2/2021).

Nasdem, kata Johnny, mempersiapkan konvensi Pilpres tahun 2022 agar cukup waktu persiapan dan tersedia kesempatan yang cukup bagi masyarakat untuk mengambil bagian secara aktif pada konvensi tersebut, yang disebutnya akan dilaksanakan secara transparan, menjaga fairness dan partisipasi yang luas serta bottom up. NasDem, dia melanjutkan, secara aktif memulai komunikasi politik dengan rekan-rekan pimpinan parpol yang diyakini mempunyai platform, visi, dan misi yang sejalan dengan NasDem.

Sesuai hasil Pileg 2019, masih kata Johnny, jumlah suara NasDem belum cukup mengusung sendiri capres 2024, sehingga partainya akan membangun koalisi parpol dengan jumlah suara minimal 20 persen untuk memenuhi persyaratan presidential threshold sebagaimana persyaratan UU Pemilu. Hal ini untuk memastikan bahwa hasil konvensi capres tersebut mempunyai tiket untuk menjadi peserta Pilpres 2024.

“Kami tentu akan mengajak rekan parpol koalisi untuk lebih memperluas koalisi agar mempunyai daya dukung elektoral yang lebih kompetitif pada Pilpres 2024. Tim konvensi akan dibentuk dari untuk politisi partai koalisi dan didukung dengan lingkungan akademis, aktivis, tokoh masyarakat agar mampu menghasilkan paslon cares yang betul-betul mempunyai kompetensi dan basis elektoral yang memadai untuk memimpin negara pada periode 2024-2029,” papar Johnny.

 

Sumber : https://www.detik.com/

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *