*MASYARAKAT PUNCAK JAYA DENGAN TEGAS MENOLAK CALON CARATEKER JIMMY WANIMBO*

Suara peduli: *Mulia – Puncak Jaya (21 Desember 2022)* Lapisan masyarakat, Kaum intelektual, Organisasi kemasyarakatan, Kepala Distrik, dan Kepala Suku sampaikan aspirasi di halaman Kantor Bupati Puncak Jaya.

Penjabat Bupati Puncak Jaya masih dipertanyakan hingga hari ini. Bahkan ada isu tersebar yang akan menduduki jabatan carateker Bupati, bukan orang asli Puncak Jaya.

Inilah yang mendorong lapisan masyarakat Puncak Jaya turun melakukan aksi penolakan terhadap calon Penjabat Bupati dari luar Puncak Jaya.

Mereka menyuarakan dengan lantang dan tegas penolakan nama Jimy Wanimbo maupun nama-nama lain diluar Puncak Jaya yang akan menjabat carateker Bupati Puncak Jaya yang diusul oleh Kemendagri.

Seperti yang diutarakan Sekretaris Gamki, Nindison Lambe “Pengusulan Jimy Wanimbo untuk jadi carateker Bupati Puncak Jaya lewat jalur mana, siapa yang usulkan, masyarakat tidak kenal Jimy Wanimbo. Untuk itu kami tolak keras” suaranya.

Hal senada disampaikan Kepala Distrik yang hadir, Distrik Mulia, Pagaleme, Muara, Nume, Yambi, Muara dalam menolak carateker diluar orang Puncak Jaya.

“Kami dengan tegas menolak carateker yang bukan orang Puncak Jaya. Daerah kami sudah aman, jangan sampai kembali terjadi konflik bila carateker Bupati bukan dari nama-nama yang diusulkan pemerintah kami” tegas Kadis Mulia Tekiles Wonda

Adapun nama-nama calon carateker Bupati Puncak Jaya yang telah diusulkan sebelumnya adalah, Tumiran, S.Sos, M.AP, Yubelina Enumbi, SE, MM dan Yeki Telenggen, S.STP selain dari nama-nama itu masyarakat menolak.

Menurut mereka salah satu dari tiga nama tersebutlah yang paling tepat menjabat carateker Bupati Puncak Jaya, karena mereka telah mengabdi puluhan tahun serta sudah mengetahui seluk beluk adat istiadat Puncak Jaya.

Massa masyarakat juga menyuarakan peringatan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendagri RI serta Kapolri RI agar tidak gegabah dalam mengambil tindakan untuk menunjuk/melantik calon carateker Bupati Puncak Jaya diluar nama-nama yang telah diusulkan pemerintah daerah dan harus melihat riwayat yang sudah lama mengabdi di Puncak Jaya.

“Bila Jimy Wanimbo datang ke puncak jaya kami akan pulangkan kembali dan tidak menerima karena inilah bentuk penolakan kami” ancam Gulangga dan Irianto Wonda.

Gulangga alias Misi Tabuni yang merupakan salah satu anggota DPRD serta panglima perang menambahkan peringatan yang ia lontarkan merupakan peringatan terakhir bagai semua pihak yang ingin mengacaukan Puncak Jaya.

Memperingati elit politik yang bermain untuk kepentingan pribadi agar berhenti menggiring opini untuk masyarakat yang bisa memicu terjadinya konflik di Puncak Jaya.

“Kami sudah tau oknum elit politik yang selama ini menyebarkan opini bahkan mengusulkan Jimy Wanimbo. Untuk itu berhenti memperkeruh suasana kondusif yang telah ada” beber irianto.

“Dirinya bersama massa akan mecari dan menelusuri oknum tersebut yang menggiring opini opini yang dapat memecahkan ketentraman masyarakat Puncak Jaya” tambahnya.

Irianto beranggapan, keamanan yang telah diciptakan oleh pemda yang bersinergi dengan TNI-Polri serta Denominasi Gereja serta Lapisan Masyarakat yang ada di Puncak Jaya tidak boleh dirusak oleh kepentingan pribadi.

Mengakhiri penyampaian aspirasi mereka, Irianto menghimbau seluruh kaum intelektual yang tersebar di beberapa kota studi indonesia agar tidak terpengaruh oleh elit politik yang mencoba membeli suara mereka.

Hal ini ia utarakan lantaran Irianto beranggapan Suara mereka serta situasi kondusif yang ada di Puncak Jaya terlalu mahal untuk dibeli dengan uang.

Editor: Abdul rahman

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *