*MENANGGAPI ISU 02 PAPUA, SEKJEN FPPJ MEMINTA JANGAN BERAMBISI MEMANEN DI KEBUN ORANG TANPA KERINGAT JADILAH LELAKI UNTUK 2024*.

Nelly Yoman, SH. Sekretaris Forum Peduli Puncak Jaya (FPPJ).

PAPUA: Melihat banyak Intelektual dan Tokoh-tokoh Papua memberikan pendapat tentang pengisian Kursi 02 Papua. Banyak sekali yang terang – terangan membuat pernyataan bahkan menyampaikan pendapat dengan melayangkan surat terbuka dalam hal menanggapi isu tentang pemilihan untuk mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan Almh.Klemen Tinak, SE.MM.

Sekjen Forum Peduli Puncak Jaya atas nama Nelly Yoman, SH. mengatakan bahwa dirinya selaku anak Papua dan dari puncak jaya dimana itu asal dari pada Gubernur L.E. sehingga merasa tergerak untuk memberikan pendapat dan pandangannya untuk menanggapi kicauan-kicauan yang ada di media masa hari ini yaitu tentang opini dan surat terbuka yang beredar di media massa saat ini dimana itu sangat tidak wajar yang dilayangkan oleh oknum-oknum tertentu.

Menurutnya karena persoalan ini sudah sampai di pusat yang seperti kami ketahui sehingga tidak perlu meributkan. semua yang akan dipilih dan akan diputuskan itu juga kan adalah putra- Putri Terbaik Papua.

Mari kita mengerti masalah yang diributkan karena Lukas Enembe,S.IP.MH, yang dikatakan telah melingkari 2 Nama, persoalan itu tidak usah diributkan karena itu merupakan hak proegratif oleh Gubernur sebagai kepala daerah. Kualisi juga tahu pasti itu sudah selesai masalah Mahar politik dan lain-lain sehingga tidak usah lagi membangun opini publik yang salah akibatnya banyak kalangan yang tidak mengerti jadi percaya dan menjadi suatu pembodohan publik oleh kepentingan – kepentingan kelompok. Walaupun mengetahui mekanisme namun mengarahkan yang salah kepada orang-orang yang pro dengan mereka.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kalau sebagai laki – laki jangan ribut masuk seenaknya dikebun orang untuk memanen hasil tanpa mengeluarkan keringat. jadilah Gentleman untuk membuat pagar dan kebun sendiri. lagipula politik adalah kekuasaan yang mempunyai massa waktu, siapkan diri untuk 2024, dan bekerja keras dan jangan Ngotot untuk panen di kebun orang lain tanpa malu.

Lagipula Gubernur juga tahu siapa yang layak kerjasama dengan dirinya untuk membangun Papua dalam sisah jabatannya, sehingga harus dengan hati besar menerima keputusan Gubernur.

Dan kami ingatkan bahwa perlu sekali dalam politik jangan sekali-kali libatkan Injil atau gereja sebagai landasan untuk berargumentasi. Karena misi Injil dan politik 2 hal yang berbeda, sehingga diharapkan bijak dalam menanggapi suatu persoalan tutupnya.

Editor: Mitha

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *