NELLY YOMAN,SH: PEMEKARAN PROVINSI PAPUA MENJADI 4 ADALAH KEPENTINGAN KEDAULATAN NEGARA BUKAN BERDASARKAN ASPIRASI RAKYAT PAPUA.

PHOTO: AKSI PENOLAKAN PEMEKARAN PROVINSI DI MANOKWARI. (7/3/22). 

PAPUA: Melihat situasi di tanah papua yang akhir-akhir ini Ramai terjadi penolakan terhadap pemekaran dalam wilayah papua dan papua Barat disebabkan oleh Keputusan pemerintah pusat dan beberapa elite politik papua untuk meredam aksi-aksi yang dilakukan oleh Kelompok TPN-PB untuk memisahkan diri dari negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melihat papua secara administrasi memang tidak layak untuk Dipecah-pecahkan, Karena Penduduk saja tidak memenuhi syarat untuk diberikan tambahan 1 provinsi namun sangat anehnya karena alasan menjaga kedaulatan sehingga dipecahkan menjadi 4 provinsi.

Dalam salah satu media online sumber; Youtube “Akbar Faizal Uncencored” Narasumber atau Tamu yang diundang adalah menteri utama Indonesia Maju, yaitu Pak Prof. Dr. Mahfud MD, menjelaskan alasan pemecahan wilayah papua dan juga menyinggung tentang penyelesaian Kasus HAM di Papua.

Dalam penyampaian beliau dikatakan bahwa papua dibagi beberapa wilayah agar kekuatan kelompok bersenjata bisa dikontrol ruang lingkup dan aksi-aksi yang dilakukan oleh TPN-PB atau yang sering disebut oleh Pemerintah dengan sebutan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata).
Dan dikatakan bahwa pemekaran juga bukan sekedar wacana tetapi sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini memicu banyak protes dan aksi penolakan di tanah papua dan juga mahasiswa di berbagai kota studi di Indonesia.

Melihat semua ini rasanya aneh cara negara sebesar Indonesia menanggapi persoalan papua dengan solusi seperti ini, apakah SDM sudah layak atau belum?, Bagaimana dengan Nasib Orang Asli Papua, apakah memang tidak ada solusi lain sehingga harus dipecah-pecahkan.

Kami melihat negara menggunakan pendekatan seperti ini bukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan papua, coba mencari cara lain atau duduk berdialog dengan pihak yang bertikai selama ini yaitu pihak Pro Kemerdekaan Papua dan pemerintah Indonesia, bukan dengan Hamba Tuhan, ataupun kepala suku dan lain sebagainya yang diajak berdialog selama ini oleh pemerintah. Kalau selama masih menggunakan cara seperti ini saya yakin bahwa persoalan ini tidak akan pernah selesai.

Saya atas nama Nelly Yoman, salah satu Pemuda Papua merasa bahwa negara dalam hal ini berlaku sewenang-wenang, mestinya harus menggunakan cara lain. Karena ini akan berdampak pada masalah besar yang akan terjadi. Sebab orang papua bisa terpinggirkan oleh semua ini dan itu akan sangat berbahaya dan memicu konflik yang besar orang papua terhadap orang pendatang di kemudian hari.

Semoga saja Orang papua dilindungi oleh Tuhan dari semua masalah ini. Mestinya pemerintah sebagai wakil Allah harus bijak dalam melihat dan menyelesaikan semua persoalan dalam Negeri yaitu dari sabang sampai Merauke.

Jayapura, 7 maret 2022.

Editor: suara peduli.

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer