76 TAHUN NKRI PAPUA DALAM KEBUNGKAMAN DEMOKRASI.

PAPUA: 16 Agustus 2021.
Pembungkaman Ruang Demokrasi itu terus menerus terjadi di tanah Papua, pada konstitusi menjamin akan ruang demokrasi dimana orang bebas dalam hal mengemukakan pendapat atau menyampaikan sesuatu hal itu berupa kritik maupun saran di muka umum atau melalui media masa, cetak maupun elektronik.

Yang terjadi di Papua saat ini kita saksikan adalah pembungkaman ruang demokrasi itu sangat rapat sehingga para mahasiswa maupun masyarakat tidak mempunyai ruang untuk mengemukakan pendapat di muka publik.

Sedikit ada aksi demo sudah ditanggapi dengan serius oleh pemerintah sehingga mengerakkan pihak keamanan untuk membubarkan paksa dengan segala cara dan intimidasi, bukan menjadi penegak hukum untuk mengawal proses penyampaian pendapat itu.

Aturan undang-undang dikesampingkan oleh pihak penegak hukum yang selaku penegak aturan itu sendiri. Melihat situasi seperti ini jadinya lucu sebab yang harus memahami aturan dan mengimplementasikan aturan itu mereka pihak keamanan itu sendiri.

Nyata sangat memalukan umur negara kesatuan republik Indonesia yang sudah dewasa 76 tahun ini sikap pemerintah Indonesia masih belum dewasa dalam menanggapi setiap persoalan yang ada di dalam negerinya sendiri. Papua dan Papua barat adalah 2 wilayah yang yang dengan sengaja pemerintah Indonesia melakukan pembungkaman ruang demokrasi.

Selalu pihak keamanan bersenjata lengkap yang diperhadapkan kepada masyarakat atau mahasiswa yang berusaha menyampaikan pendapatnya. Tepatnya tanggal 16 ini terjadi lagi pembubaran paksa oleh aparat keamanan terhadap mahasiswa yang demo di putaran Perumnas 3 Warna dan Gapura Uncen Abe serta aksi yang dilakukan masyarakat Yahukimo di ibukota Dekai.

Mengakibatkan Korban Luka yang dialami masa aksi atas Nama Agus Kosay aktivitas KNPB dan masa aksi lainnya oleh sifat arogansi aparat keamanan. Dan juga penembakan terhadap salah satu masyarakat di Yahukimo yang ikut dalam Demo memperingati Rasis Surabaya dan menuntut pembebasan Jubir Internasional Fiktor Yeimo yang ditahan oleh Polda Papua dengan tuduhan kasus dibalik aksi Rasis di Papua.

Sudah 76 tahun Indonesia merdeka tetapi Sepenuhnya Rakyat belum merdeka karena tidak ada kebebasan di negara demokrasi ini. Lebihvbaik tidak usah jadi negara demokrasi tetapi bentuk negara lain yang cocok.

Jayapura,16, Agustus 2021.

Nelly Yoman,SH.

Editor: N.Y.

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *