AKSI BRUTAL POLISI MEMBUBARKAN KARYAWAN PT. FREEPORT YANG MEMALANG JALAN DI MILE 72

Foto salah satu Korban Karyawan PT.Freeport.

Pada 27 Juni 2021 jam 18:45 karyawan PT Freeport Indonesia dan karyawan sub kontraktor lainnya memalang akses jalan mile 72 degan dua truk HD 66. Dalam aksi pemalangan itu, rombongan karyawan menolak divaksin sinovac dan meminta SDO dinormalkan kembali. Aksi serupa sudah pernah lakukan beberapa waktu lalu oleh karyawan, tetapi tidak ada tanggapan dari pihak manajemen PT Freeport Indonesia. Sehingga pada 27 Juni 2021 jam 18.45 WP tuntutan tersebut kembali disampaikan dengan aman dan tertib, tidak merusak aset perusahan. Mereka hanya memalang jalan dengan dua alat berat sambil menunggu kedatangan pihak manajemen. 

Pada jam 22:12 malam, salah seorang perwakilan dari pihak manajemen datang menemui para karyawan yang sedang memalang jalan. Ia memberitahu bahwa mau divaksin sinovac atau tidak, itu tergantung para karyawan (artinya divaksinasi itu kerelaan, tidak dipaksa dan tidak diwajibkan). Menanggapi itu, rombongan karyawan suara bulat menolak keras: “kami tolak divaksin sinovac 100%”. 

Untuk merespon aksi pemalangan itu, anggota Kapolsek setempat dengan suara tegas mengatakan bahwa kami akan menjawab aspirasi para karyawan terkait apa yang sudah disampaikan. Para karyawan komplen balik dengan suara keras mengatakan: “Bapak polisi tidak punya kewenangan untuk menjawab aspirasi kami, tugas aparat polisi adalah menjaga keamanan. Karena itu, kami meminta kepada pihak manajement PT Freeport segera menjawab aspirasi ini dan kami akan tunggu sampai besok semua manajemen datang memberi jawaban yang jelas”.

Pihak kepolisian setempat menempuh tindakan brutal membubarkan pemalangan itu, diawali dengan menembakkan peluru berulang kali. Lalu anggota polisi masuk membongkar tenda tempat dimana karyawan berkumpul, dipukul memakai popor senjata, tangan dan kaki. Akibatnya salah seorang bernama Yosua Kotouki disiksa dengan moncong senjata dibagian mata dan hidung sehingga mengalami luka sobek dan memar di bagian muka (fotonya terlampir di bawah ini). Yosua adalah karyawan dari sub kontraktor PT Pangansari Utama. Ada beberapa karyawan lain juga mengalami luka memar.

Sekitar 20 orang karyawan yang melakukan pemalangan itu ditangkap oleh polisi setempat dan dimasukan ke dalam bus, lalu dibawah ke Polres Timika. Kapolres Timika memberi tahu para karyawan bahwa kalian tidak salah dan kalian bisa pulang ke rumah masing masing menunggu manajer departemen memanggil kalian masuk kerja. Sekian kronologis singkat. (Data informasi didapat dari sumber terpercaya).

Jayapura: Selasa 29 Juni 2021.

Dilaporkan oleh Selpius Bobii (Koordinator JDRP2)

Editor: Lood

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *