KEJATI PAPUA DI DATANGI OLEH DUA KELOMPOK MAHASISWA PUNCAK JAYA.

KEJATI PAPUA DI DATANGI OLEH DUA KELOMPOK MAHASISWA PUNCAK JAYA.

JAYAPURA : Rabu 10 Maret 2021 Kejaksaan Tinggi Papua di datangi oleh Dua kelompok Mahasiswa dalam Kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan tentang Dana Desa di puncak Jaya.

Dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh pemimpin daerah tentang danah desa yang diduga telah merugikan kerugian Negara kurang lebih 160 Miliar lebih. Kelompok-kelompok ini datang ke Kejati Papua dengan tujuan yang berbeda.

Kelompok Pertama Tiba di Kejati Papua datang menyampaikan aspirasi untuk Kejati Papua melanjutkan pemeriksaan kasus dana desa di puncak jaya. Intinya mereka mendukung Kejati Papua untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan itu.

Sementara Kelompok yang ke Dua datang meminta Kejati Papua untuk menghentikan kasus yang dimaksud diatas karena semua prosedur yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mencairkan dana desa sudah sesuai prosedur.

Dan mereka meminta agar segera menghentikan dan tidak melanjutkan karena yang dikwatirkan konflik akan kembali terjadi di puncak jaya. sebagai masyarakat puncak jaya belum benar-benar mengerti sehingga mudah dipengaruhi oleh sekelompok orang yang mempunyai kepentingan akan menyebabkan banyak masyarakat yang akan dirugikan kembali apabila akan terjadi konflik antara pendukung kepala kampung lama dan kepala kampung baru.

Mereka menegaskan kalau memang menempuh jalur hukum atas dugaan itu silahkan tetapi dengan catatan harusnya profesional. Orang-orang ini tidak harus melibatkan Mantan Kepala Kampung dan masyarakat yang tidak mengerti, karena ini adalah Bukan untuk mengembalikan mantan kepala kampung lama untuk aktif sebagai kepala kampung lagi tegas mereka.

Karena gugatan masalah kepala kampung sudah putuskan Final dan semua dikembalikan ke Daerah artinya kewenangan masih dalam kekuasaan pemimpin yang berkuasa. Dan juga sementara masa jabatan kepala kampung lama juga sudah berakhir sehingga kami mencium langkah yang diambil oleh kelompok sebelah ini mempunyai kepentingan terselubung namun masyarakat dan mantan kepala kampung dijadikan obyek dengan segala macam bahasa yang memperdayai mereka.

Kami sebagai anak-anak kasihan melihat penomena ini sehingga kami datang meminta Kejati Papua untuk menghentikan proses yang sementara berjalan ini. Menurut mereka isu ini dibangun sesungguhnya bukan kemauan masyarakat tetapi ada oknum yang mempunyai kepentingan besar dibalik semua ini.

Pantauan Media waktu dan Hari yang bersamaan kedua kelompok ini mereka bertemu di Kejati Papua namun tidak terjadi gesekan antara kelompok satu dan yang lain.

Kejati Papuapun terbuka dan menerima kedua kelompok ini untuk menyampaikan aspirasi mereka. Kejati Papua sebagai penegak hukum akan profesional dalam menangani kasus dugaan penyalahgunaan kekuasaan ini agar bisa diputuskan mana yang benar dan salah.

10/3/2021.SP. (Mitha)

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *