MAHASISWA PUNCAK JAYA KEMBALI DATANGI KEJAKSAAN PAPUA UNTUK MEMINTA HENTIKAN KASUS DUGAAN PENYALAGUNAAN DANA DESA DI PUNCAK JAYA.

MAHASISWA PUNCAK JAYA KEMBALI DATANGI KEJAKSAAN PAPUA UNTUK MEMINTA HENTIKAN KASUS DUGAAN PENYALAGUNAAN DANA DESA DI PUNCAK JAYA.

Jayapura : Mahasiswa Puncak Jaya Kembali Ke Kejaksaan Tinggi Papua Meminta Persoalan Kasus Dugaan penyelewengan Dana Desa Di Puncak Jaya yang dilakukan kepala daerah di Hentikan karena semua pencairan dana yang terjadi sesuai administrasi sesuai Dasar Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah.

Misatius Wonda sebagai Koordinator Massa Aksi menyampaikan persoalan ini yang ditakutkan oleh mahasiswa adalah jatuhnya Korban jiwa yang kedua kali di masyarakat. sebab selama ini masalah yang ditimbulkannya akibat persoalan yang sama yang lalu belum Damai secara adat sehingga mudah sekali memicu peperangan antara masyarakat di daerah.

Lebih jelas persoalan dugaan penyelewengan dana ini harus menyikapi secara profesional dan harus mengukur dampak yang akan ditimbulkan sebab kebanyakan masyarakat dan mantan kepala kampung tidak mengerti oleh sebab itu ada yang dimanfaatkan dalam situasi ini.

Lebih baik pihak yang mempunyai kepentingan yang selalu mengangkat isu ini mestinya tidak melibatkan mantan kepala kampung dengan dijanjikan sesuatu yang tidak mungkin terlaksana. Kita sebagai Intelektual mengerti sebab akibat dari pada proses ini sehingga kami meminta hentikan. Kalau pihak Kejati mengabaikan Permintaan kami, Maka kami akan datang dengan Jumlah masa yang lebih besar ungkap Misatius Wonda.

pihak kejaksaan menerima perwakilan mahasiswa dan menanggapi permintaan mahasiswa dengan Mengatakan bahwa pihak kejaksaan tidak akan menghentikan namun akan bekerja secara profesional dalam permasalahan dana desa di puncak jaya. Sebagai penegak Hukum maka kami akan melihat Bukti-Bukti daripada kasus ini dan akan mengambil kesimpulan untuk dapat dilanjutkan atau dihentikan namun sementara masih belum bisa dijelaskan oleh karena kami harus mendalami dan melihat bukti-bukti ungkapnya.

10/3/2021.SP. Mitha.

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *