“MILIKI IMAN YANG KUAT UNTUK KALAHKAN VIRUS CORONA dan SEGALA PENCOBAAN”

Selpius Bobi

(Anda siapkan waktu selama 30 menit untuk membaca, dan memahami tulisan ini, serta mengambil sikap. Mohon Anda membantu saya untuk membagikan tulisan ini kepada sesama. Trimakasih. Shalom). 

Jangan tertipu dengan hikmat duniawi yang didegungkan oleh kebanyakan cerdik pandai di dunia yang diyakini sebagai suatu KEBENARAN. Padahal itu KEBENARAN PALSU yang menyesatkan dan menghancurkan, termasuk PENYELAMAT PALSU: “vaksin covid 19”. Penganglah Yesus Kristus dan firman-Nya sebagai KEBENARAN SEJATI yang MEMBEBASKAN, MENYELAMATKAN dan MENGHIDUPKAN. 

Adalah fakta bahwa banyak orang kena corona setelah divaksin covid 19; ada yang mengalami cacat fisik atau mental setelah divaksin; bahkan ada yang meninggal dunia setelah divaksin covid 19. Sudah terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa tak ada obat yang ampuh untuk membasmi virus corona. Obat ampuh untuk mengalahkan atau menaklukkan virus corona dan berbagai macam pencobaan duniawi adalah memiliki IMAN dan berpengharapan teguh kepada Tuhan. Untuk itu, marilah kita memahami apa itu IMAN dan bagaimana kita mengalahkan Corona dan berbagai pencobaan dengan IMAN yang kuat dan berpengharapan teguh kepada Tuhan.

Dalam kitab Ibrani pasal 11 ayat 1 (TB), rasul Paulus mendefinisikan IMAN dengan sangat mendalam, sebagai berikut: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Ada dua hal penting dalam pengertian IMAN dalam nats di atas yaitu: Pertama, Iman adalah DASAR dari segala sesuatu yang kita HARAPKAN; dan kedua, Iman adalah BUKTI dari segala sesuatu yang TIDAK kita LIHAT. Atau DASAR dari segala sesuatu yang kita HARAPKAN adalah IMAN; Dan BUKTI dari segala sesuatu yang TIDAK kita LIHAT adalah IMAN. 

Bagaimana iman itu timbul dalam hati kita? Dalam kitab Roma pasal 10 ayat 17 (TB) tertulis dengan jelas: “…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”. Ada pula tertulis di dalam kitab Injil Yohanes 17:17 b: “firman-Mu adalah kebenaran. Jadi FIRMAN TUHAN itulah KEBENARAN. Dan KEBENARAN itulah Anak Manusia (Yesus Kristus). Dalam kitab injil Yohanes pasal 1 ayat 1 sampai ayat 18 (TB) menegaskan tentang Firman yang menjelma menjadi manusia. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Injil Yohanes 1:1). “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil Yohanes 1:14).

Jadi IMAN itu TIMBUL dari PENDENGARAN. Dan PENDENGARAN OLEH FIRMAN TUHAN. Maka itu, kita membaca firman Tuhan dan mendengarkan firman Tuhan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu hari itu sangatlah penting. Setelah PERCAYA firman Tuhan, DIBABTIS dan MENERIMA YESUS SEBAGAI TUHAN dan JURU SELAMAT, maka kita yang PERCAYA dengan sungguh DIMETERAIKAN dengan Roh Kudus. Hal ini tertulis di dalam kitab Efesus pasal 1 ayat 13 (TB) “Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu”.

Marilah kita masing-masing selidiki dan uji “APAKAH SAYA SUDAH TERIMA YESUS sebagai TUHAN dan JURU SELAMAT serta sungguh sungguh takut kepada Tuhan?” Seperti ada tertulis dalam kitab 2 Korintus pasal 13 ayat 5 (TB) “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji”. Dalam ayat ini menekankan bahwa pertama, kita harus pastikan bahwa IMAN kita kuat; kedua, harus pastikan bahwa kita sudah undang Yesus masuk dan bertahta di dalam hati kita; dan ketiga takut kepada Tuhan.

TAKUT KEPADA TUHAN berarti MENAATI SEMUA PERINTAH TUHAN dan MENJAUHI SEGALA LARANGAN-NYA. Iman kita bertumbuh dewasa dalam berbagai macam kesukaran atau pencobaan. Dengan demikian IMAN kita menjadi dewasa (iman kuat) dan tahan uji dalam berbagai pencobaan. Kesengsaraan atau kesukaran dalam kehidupan ini adalah bagian dari pencobaan atau ujian. Karena itu bertahanlah dalam berbagai pencobaan dengan iman teguh serta berpengharapan penuh kepada Tuhan. Ada tertulis dalam kitab Roma 5:3-5 (TB) “…Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”.

Wabah virus corona yang sedang melanda dunia adalah salah satu bencana. Virus corona adalah salah satu bentuk kesukaran menjelang akhir zaman. Karena itu yang dibutuhkan di sini adalah beriman teguh dan berpengharapan penuh kepada Tuhan, sambil menaati segala perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan demikian, Yesus Kristus bertahta di dalam hati kita, dan kita di dalam Yesus Kristus. Seperti tertulis dalam kitab Galatia 2:20 (TB) “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”. 

Dalam nats kitab Suci di atas, rasul Paulus memberi teladan kepada kita bahwa hidup yang dihidupinya adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah (Yesus Kristus) yang rela mati disalib bagi kita umat manusia. Jadi hidup oleh iman berarti benar benar hidupnya dikendalikan oleh Roh Kudus. Seperti nabi Abraham telah merintis dasar hidup beriman yang benar kepada kita sebagai orang percaya kepada Allah Tritunggal. Karena itu, oleh para Bapa Gereja menobatkan nabi Abraham sebagai bapa semua orang beriman. Ada tertulis dalam kitab Galatia pasal 3 ayat 7 (TB) “Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham”. Mereka yang hidup dari iman disebut anak-anak Abraham. 

Dalam hidupnya, nabi Abraham beriman dan berpengharapan penuh kepada Allah. Abraham beriman artinya percaya penuh kepada firman Tuhan, tentang janji-janji dari Allah, termasuk keturunannya akan seperti bintang-bintang di langit atau pasir di lautan. Ada tertulis dalam kitab Kejadian pasal 15 ayat 6 (TB) “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran”. Jadi kitapun demikian. Dalam kitab Galatia pasal 3 ayat 9 (TB) “Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu”. 

Dalam masa pandemi corona, ada banyak informasi yang mengguncangkan hati dan iman kita. Bahkan banyak orang panik berlebihan hingga menyerah dengan keadaan. Dalam masa sulit ini, iman dan pengharapan kita diuji. Tak ada tempat perlindungan yang aman bagi kita untuk bersembunyi, kecuali beriman dan hidup menjaga kekudusan dalam kebenaran firman Tuhan. Tak ada penyelamat di dunia ini untuk datang menolong kita terbebas dari badai Corona dan badai yang lain, kecuali pertolongan yang datang dari Tuhan. Karena itu, marilah kita bertobat (berpaling kembali kepada Tuhan) dan beriman teguh kepada Tuhan, sambil menjaga kekudusan dalam kebenaran firman Tuhan adalah jalan satu-satunya terbebas dari serangan mematikan virus corona yang dimainkan oleh para konspirator global. 

SETIAP DOSIS VAKSIN COVID 19 MEMILIKI ELEKTROMAGNETIK: ‘Ini Fakta bukan Hoaks’. Elektromagnetisme adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari hubungan antara medan listrik dan medan magnet di dalam rangkaian listrik yang menghasilkan gaya gerak listrik dan medan elektromagnetik. Konsep utama dalam elektromagnetisme adalah induksi elektromagnetik yang didasari oleh hukum induksi Faraday. Prinsip elektromagnetisme diterapkan pada sistem kerja transformator, induktor, motor listrik, generator listrik dan solenoid (Sumber: Wikipedia).

Setiap dosis vaksin Covid 19 mengandung elektromagnetik. Di area bekas suntik vaksinasi Covid 19 mengandung daya magnetik, sehingga logam atau besi bisa menempel. Bahkan lampu balon bisa menyala jika kutubnya diletakkan di area bekas suntik vaksin covid 19. Ini bukan hoaks tetapi fakta. Buktinya banyak video beredar terkait hal ini.

Melalui vaksinasi Covid 19, umat manusia yang divaksinasi diorbit menjadi penghasil energi magnetik. Area bekas vaksin Covid 19 menjadi radar penangkap sinyal, karena ada daya magnetik. Tujuannya adalah perilaku manusia dan gerak geriknya akan dikontrol dari pusat kekuasaan. Kekuasaan yang mana? Tentu kekuasaan dari New World Order (Tatanan Pemerintahan Dunia). Satu sistem pemerintahan dunia yang akan dikontrol melalui digital 4G atau 5G yang sedang dikembangkan. Data berbasis komputerisasi (digitalisasi) adalah pengkondisian dalam rangka menciptakan pemerintahan anti kristus yang disebut New World Order yang dinubuatkan oleh rasul Yohanes dalam kitab Wahyu 13:11-18. 

Elektromagnetik dalam setiap dosis vaksin adalah fakta, bukan HOAKS. Umat manusia sedang diorbit menjadi penghasil energi magnetik melalui vaksinasi Covid 19. Ketika mesin pengendali di pusat kekuasaan diaktifkan, maka umat manusia yang sudah divaksin akan dikontrol perilaku dan gerak geriknya. Sekarang kembali kepada pribadi untuk memutuskan: “MAU SERAHKAN DIRI KEPADA PENYELAMAT PALSU (vaksin covid 19) ataukah MAU SERAHKAN DIRI KEPADA PENYELAMAT SEJATI (YESUS KRISTUS). Kuatkan iman dan pengharapan kita kepada Tuhan, agar kita tidak terjebak dalam permainan para konspirator global.

Perbandingan antara iman kuat dan iman lemah, tertulis dalam Roma pasal 14 ayat 2 (TB) “Yang seorang YAKIN, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang LEMAH IMANnya hanya makan sayur-sayuran saja”. Artinya orang yang beriman kuat tanpa ada keraguan apapun menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Sementara orang yang lemah imannya, merasa kurang yakin atau kurang percaya dengan kuasa Tuhan bekerja di dalam situasi apapun. Iman model kedua ini bergantung kepada hikmat manusia, seperti ada tertulis dalam kitab 1 Korintus pasal 2 ayat 5 (TB) “… iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah”. 

Injil adalah kekuatan Allah, maka iman kita harus tergantung kepada Injil (kebenaran firman Tuhan). Seperti tertulis dalam kitab Roma 1:16-17 (TB) “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” 

Dengan beriman dan berpengharapan teguh sambil menjaga kekudusan di dalam kebenaran firman Tuhan, maka Tuhan memihak kita dan menolong kita. Seperti ada tertulis dalam kitab Roma pasal 8 ayat 31 b “Jika Allah di pihak kita, maka siapakah yang akan melawan kita?” Pertanyaannya adalah saat ini kita berada di pihak mana: apakah berada di pihak iblis? Ataukah berada di pihak Tuhan? Jika berada di pihak Tuhan yaitu beriman dan berpengharapan teguh serta menjaga kekudusan dalam kebenaran firman Tuhan, maka Tuhan akan menyelamatkan kita dari segala pencobaan, termasuk wabah corona. Dan jika kita berada di pihak iblis, artinya berada dalam kemelut dosa, maka badai corona dan badai lain akan menyeret bahtera hidup kita sebagai bentuk penyadaran atau teguran dari Tuhan agar kembali kepada Tuhan (bertobat). Ada pula badai dialami juga oleh orang beriman dalam rangka mendewasakan imannya. Maka itu, marilah kita membangun bahtera hidup kita di atas batu wadas, atau batu penjuru yang kokoh, yaitu Tuhan Yesus Kristus. 

Di sini saya membagikan pesan Tuhan agar kita mengetahui apa sesungguhnya virus corona. Ketika virus corona masuk di Indonesia pada 2 Maret 2020, saya masuk dalam doa pergumulan memohon Tuhan untuk melindungi bangsa Papua dari pandemi corona. Dasar pergumulan saya adalah jika orang asli Papua juga kena, maka pastilah orang asli Papua akan dibunuh habis dengan alasan kena corona. Pada bulan April 2020 saya dapat petunjuk dari Tuhan dalam suatu penglihatan. Berikut ini penglihatan ku: “Saya berada di depan SMP Paulus Padang Bulan sedang jalan kaki menuju ke arah Abepura. Di jalan raya ada banyak orang, ada yang datang dari arah Abepura dan ada juga datang dari arah Padang Bulan. Tiba tiba seorang mendekati saya dan menyuntik saya berupa cairan atau lendir yang terkontaminasi dengan virus covid 19, lalu orang itu menghilang di tengah orang-orang yang ada di sekitar ku. Ketika saya berpikir bagaimana caranya untuk mengeluarkan atau menetralkan virus corona dari tubuh ku. Tiba tiba ada suara yang menyapa saya dengan halus: “BOBII JANGAN TAKUT”. Demikian penglihatan singkat kepada saya.

Saya tidak kaget dengan suara itu. Saya mengenal suara itu, karena utusan Tuhan itu selalu datang menyampaikan pesan dari Tuhan tentang apa yang akan terjadi. Utusan Tuhan itu datang pertama kali sejak bulan Februari 2007 sewaktu saya di dalam Penjara Abepura, maka saya mengenal baik suaranya. Penglihatan pada bulan April 2020 itu menguatkan iman saya dan TIDAK TAKUT DENGAN WABAH CORONA. Karena Tuhan sudah menguatkan iman ku, agar tidak takut dengan virus corona. Virus corona ini bukan virus alami, tetapi virus buatan (senjata biologis), sama seperti virus HIV/AIDS yang dirancang khusus untuk mendepopulasi etnis. Atas dasar petunjuk Tuhan dalam bulan April 2020, saya sudah berkali kali menyampaikan melalui tulisan dan lisan bahwa orang Papua tidak perlu takut dengan wabah corona. Karena orang yang benar benar takut Tuhan, pasti dilindungi, kecuali bagi yang sudah ditentukan oleh Allah untuk mati karena virus corona, maka pasti mati. Yang terpenting adalah bahwa kita harus BERIMAN KUAT dan menjaga kekudusan dalam kebenaran firman Tuhan. Itulah KUNCInya untuk selamat dari badai corona ini dan badai yang lainnya.

Ada pula petunjuk Tuhan kepada salah seorang pastor dalam pertengahan tahun 2020 bahwa “virus virus awal orang Papua tidak akan kena, akan tetapi khusus orang Papua yang masih bergaul dengan berbagai kejahatan (yang berada dalam dosa alias belum bertobat), akan kena virus terakhir yang akan muncul; tujuannya adalah sebagai penyadaran agar bertobat, dan yang masih mengeraskan hatinya dibunuh oleh malaikat pencabut nyawa. Demikian petunjuk Tuhan kepada salah seorang pastor. Perlu diketahui bahwa proses pembersihan (pembasmian) oleh malaikat pencabut nyawa khusus orang Papua yang tidak taat pada firman Tuhan ini sedang berlangsung dari sejak 7 Januari 2019 hingga kini sampai menjelang puncak pemulihan kemerdekaan bangsa Papua nanti. 

Ada juga sebuah kisah nyata pada Minggu malam 18 Juli 2021 di rumah dokter Maria Giyai, ada penampakan malaikat utusan Allah (malaikat agung) yaitu Mikael, Gabriel dan Rafael. Seorang anak yang berada di dalam rumah memperhatikan penampakan di plafon rumah, lalu turun ke bawah terlihat kaki dan seluruh badan diliputi cahaya kemuliaan. Anak ini merasa takut, tetapi seorang malaikat berkata “jangan takut”. Kemudian para malaikat itu berbicara dengan dokter Maria. Berikut ini pesan-pesannya: 1) Corona tidak akan hilang dari muka bumi; 2) Karena corona banyak orang akan meninggal; 3) Saat-saat ini penggenapan firman Tuhan mulai terjadi; 4) Baca dalam kitab Wahyu, pasal dan ayat tidak terdengar baik; 5) Baca firman Tuhan setiap hari; 6) Banyak berdoa dan berpuasa; 7) Jangan takut, kamu dan keluargamu (- dokter) akan diselamatkan dari corona; 8) Buang garam kasar di pintu pagar, pintu rumah dan halaman rumah. Dibilang juga bahwa “kenapa manusia takut kepada Corona, dibanding Tuhan; pada hal Corona itu hanya setumpuk kotoran yang bisa dibersihkan dengan AIR IMAN dan KEPERCAYAAN kepada Tuhan”. Setelah menyampaikan pesan-pesan ini, para malaikat berpesan kepada dr Maria bahwa berita itu disebarkan kepada sesama yang lain.

Sabda Yesus: “IMANMU MENYELAMATKAN ENGKAU”, bukan “PERBUATANMU MENYELAMATKAN ENGKAU”. Camkanlah bahwa “IMAN MELAMPAUI KEMAMPUAN MANUSIA”. Berikut ini nats nats Kitab Suci terkait keajaiban atau mukjizat yang terjadi atas dasar IMAN yang teguh.  

1). Matius 9:22 (TB)  Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. 

2). Markus 5:34 (TB)  Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

3). Markus 10:52 (TB)  Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. 

4). Lukas 8:48 (TB)  Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

5). Lukas 17:6 (TB)  Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

6). Lukas 18:42 (TB)  Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!”

7). Matius 9:29 (TB)  Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”

8)  Matius 15:28 (TB)  Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. 

9). Matius 17:20 (TB)  Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Ingat baik baik: “MUKJIZAT MENJADI NYATA BAGI ORANG YANG SUNGGUH PERCAYA”. Sebaliknya, bagi orang yang tidak percaya, bagi yang masih ragu-ragu, atau bimbang, atau kurang percaya, MUKJIZAT tidak akan menjadi NYATA di dalam hidupnya. Banyak orang mengharapkan MUKJIZAT terjadi di dalam hidupnya, tetapi IMANnya KERDIL, IMANnya lemah, imanya bimbang, ragu ragu, kurang yakin, kurang percaya, masih bergaul dengan dosa, maka MUKJIZAT tak akan menjadi NYATA di dalam hidupnya.

Marilah kita menghayati dan mengamalkan firman Tuhan yang terdapat dalam kitab Efesus pasal 6 ayat 10 sampai 18 (TB) ini di dalam hidup kita: “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus”.

“Bukankah HIDUP atau MATI ada di tangan TUHAN? Ada tertulis dalam kitab Wahyu pasal 13 ayat 10 (TB) “Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus”. Demikian pula, barangsiapa ditentukan mati karena virus corona, pasti ia mati. Maka itu, marilah kita serahkan hidup ini sepenuhnya kepada Tuhan penyelenggara kehidupan, dengan dilandasi iman dan berpengharapan yang teguh, sambil menjaga kekudusan dalam kebenaran firman Tuhan, karena itulah satu satunya OBAT yang paling AMPUH untuk MELUMPUHKAN CORONA. JANGAN PANIK, JANGAN RAGU RAGU, JANGAN BIMBANG, JANGAN KURANG PERCAYA, JANGAT TAKUT KEPADA CORONA, TAKUTLAH PADA TUHAN, MARI SERAHKAN HIDUP KITA SEPENUHNYA KEPADA TUHAN. Ataukah Anda mau serahkan kepada JURU SELAMAT PALSU (vaksin corona 19) yang sudah terbukti gagal dan sedang membunuh umat manusia? Silahkan Anda memilih: Mau Terima VAKSIN Covid 19; ataukah Tolak VAKSIN Covid 19? 

Jayapura: Rabu, 4 Agustus 2021

Oleh: SELPIUS BOBII (Koordinator Jaringan Doa Rekonsiliasi untuk Pemulihan Papua – JDRP2 – Sekertariat: Jl. Yakonde – Padang Bulan – Jayapura – Papua, nomor kontak 082399381321)

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *