PROSES PEMIDAHAN KEPENGURUSAN OKP/ORMAS DI PUNCAK JAYA TIDAK BERDASARKAN AD/ ART SEHINGGA DINILAI TERJADI KEMUNDURAN.

Maichel Y Wonerengga,S.AP.

PUNCAK JAYA : Kritik, saran dan masukan kepada Pemerintah kabupaten Puncak Jaya, dalam hal ini yg berwewenang.

Menyangkut Organisasi kepemudaan (OKP) Lsm, Ormas yang ada di bawa Naugan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya Dan terdaftar secara resmi DiKesbagpol kabupaten puncak jaya. Yang saat ini berdiri sesuai program Kerja visi penguasah puncak Jaya, seperti satgas Amanah dan beberapa lainnya. dan Juga organisasi kepemudaan tingkat Nasional KNPI, Pemudah Pancasilah, serta organisasi lokal yang didirikan oleh sekelompok pemuda yang berinisiatif Memberikan Kontribusi kepada Masyarakat pada umumnya.

Bahwa sepenuhnya organisasi-organisasi yang disebut diatas ini mempunyai Anggaran dasar (Ad/Art). Sebagai tolak ukur dalam proses mendirikan dan untuk Mengimplementasikan suatu kerja organisasi tsb. dalam arti Juga organisasi ini Mempunyai (Tupoksi) yang jelas sesuai tujuan visi-misi organisasi yang termuat dalam kerangka pendirian organisasi yaitu Ad/Art serta GBHO (Garis-Garis Besar Organisasi).
Dan pada prinsipnya bersifat independensi tanpa intervensi pihak manapun atas dasar landasan hukum sesuai dengan bentuk organisasi tsb.

Namun diamati dalam kaca mata saya secara pribadi melihat & mendengar cuitan-cuitan bahwa proses imlementasinya terjadi banyak problema/kekeliruaan.Tentunya dalam hal ini adanya intervensi oleh sekelompok elit lokal yang berkepentingan seperti halnya poin dibawa ini ;

1. Dalam proses penetapan & pelantikan Badan pengurus organisasi tersebut tidak pernah transparansi melalui kongres/musyawarah seperti yg diatur dalam Anggaran dasar & rumah tangga Ad/Art .Dalam arti proses pemidahan kekuasaan dilakukan dengan cara main tunjuk sehingga dampaknya terjadi kecemburuan sosial dan kavakuman dalam tubuh organisasi tersebut dan tidak berjalan sesuai Ad/Art.

2. Dalam penunjukan pengurus organisasi terdapat kekeliruaan merangkap jabatan seorang yang notabene adalah seorang Legislator bahkan PNS yang merangkap mengketuai organisasi tsb. Mengakibatkan banyak pemudah dengan kapasitas intelektual yang mumpuni terabaikan nganggur dan tentunya ini secara akal sehat sudah tidak benar karena mematikan karakter pemudah dalam berorganisasi sebagai kader pemimpin masa depan puncak jaya. Hal seperti ini terjadi bukan ormas-ormas tersebut mengalami kemajuan tetapi adanya mengalami kemunduran yang dratis.

Mengamati hal seperti ini sebagai pemuda kuatir akan kedepannya. Karena tentu hal seperti begini dampaknya akan menyebabkan keretakan hubungan kesatuan persatuan dan keharmonisan antara kaum intelektual pemuda puncak jaya dengan segala macam bentuk cuitan terhadap Pemerintah daerah

untuk itu perlu adanya proses evaluasi berdasarkan asumsi yang kuat dengan menggunakan metode Conceptual/theoretical world dan Emperical world.

 

Maichel Y. Wonerengga, S.Ap
Alumni. adm publik (fisip Uncen)

Jayapura, 26 April 2021

Editor : Mitha.

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *