RENTETAN KEMATIAN ORANG PAPUA 2020-2021 SEMAKIN MENINGKAT.

PEDULI:Akhir- akhir ini banyak sekali orang Papua yang meninggal dunia, dan kebanyakan dari ini Intelektual-Intelektual terbaik dan mempunyai Vocal yang bagus yang pergi mendahului kami tanpa sebab penyakit yang jelas.

Rentetan kematian intelektual ini, 2020- 2021 dalam rentang waktu ini banyak kasus kematian yang terjadi, dan sangat tidak masuk akal karena itu tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah memang sakit begitu para sehingga secepat itu mereka mengembuskan nafas terakhir atau karena covid alias Corona. Berhubung dunia saat ini dikuasai oleh Wabah yang namanya selalu berubah ini, “Covid -19” atau “Delta” dan yang terbaru “Delta+” yang kita dengar saat ini.

Dan kebanyakan semua berakhir di rumah sakit, yang dimana tempat yang dipercaya bisa mendapatkan pertolongan. Kebanyakan Tokoh Papua, Pemimpin serta Intelektual yang pergi saat ini seakan-akan penomena baru di dalam kehidupan sebab tahun-tahun sebelumnya walaupun ada kematian namun tidak separah saat ini.

Karena kematian mau dikatakan Corona keterangan rumah sakit menyatakan negatif, terus penyebabnya apa, karena semua penyakit itu bisa diobati. Berbicara serangan jantung tidak ada sejarah nenek moyang orang Papua meninggal karena serangan jantung sehingga, kematian orang Papua dikatakan akibat serangan jantung di umur yang masih mudah dapat dikatakan tidak kuat. Masa sebagian besar Intelektual itu bisa meninggal karena penyakit yang sama yaitu serangan jantung. Sepertinya alasan itu kurang tepat.

Situasi politik dan keamanan di wilayah Papua ini juga tidak begitu kondusif sehingga banyak hal yang mencurigakan. Dan Hal ini membuat orang sakit tetapi takut masuk rumah sakit.

Orang Papua entah itu pejabat pemerintah sekalipun tidak ada jaminan untuk mendapatkan pelayanan khusus, sehingga apa yang terjadi saat ini, mumpung masih sehat hargai dan jaga dengan baik kesehatan anda. Mari ada banyak alasan kita ini bisa mati karena kebiasaan buruk kita sehingga mulai saat ini kita saling menjaga dan mengingatkan antara sesama orang Papua. Tidak ada istilah Pantai dan Gunung, Mari kita bersatu untuk saling menjaga, karena kita ras Melanesia ini sudah menuju ke ambang pemusnahan.

Dan juga kematian itu datang tidak bilang kamu orang gunung atau kamu orang pesisir, sehingga keriting rambut,hitam kulit ini kita jaga agar bumi kaya kita tidak ditinggalkan nama dan sejarah.

Orang-orang besar saja bisa pergi dengan cara yang tidak jelas apalagi kami yang rakyat kecil ini tidak ada hitungan sehingga saatnya kita bersatu dan saling menjaga. Hari masih siang dan semua pasti tahu apa alasan dibalik semua peristiwa ini sehingga, hal-hal baru mari pertimbangkan baik lalu lakukan. Jangan sampai akibat salah pertimbangan merugikan sesama kita.

#savemanusiaPAPUA

Jayapura, 3 Agustus ²02¹

NELLY YOMAN, SH

Editor:Mitha

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *