*SUKUISME DAN NEPOTISME MASIH KENTAL DI TUBUH DPMK PROVINSI PAPUA DILIHAT DARI HASIL PENGUMUMAN TEKAD/PENDAMPING*

KETERANGAN GAMBAR:  Y. ROBIN WONDA.

PAPUA: Melihat Pengumuman Hasil seleksi Pendamping Kabupaten dan Distrik lima wilayah adat oleh cendrawasih Pos pertanggal 23 Agustus 2021 dinilai tidak adil karena hanya mengutamakan 2 wilayah adat . Hal itu disampaikan Yatinus Robin Wonda selaku team pencaker (TEKAB) Provinsi papua, atas nama dinas DPMK.

Menurutnya diumumkan melalui cepos hari ini taggal 23 Agustus 2021 dinilai lebih dominan satu keluarga/Marga dan satu wilayah adat . Degan pengumuman tersebut terlihat dengan jelas tindakan sukuisme dan Nepotisme masih terjadi di zaman serba bisa hari ini. ada beberapa contoh diantaranya:
1. Marga Telenggen 14 orang kenapa karena karna mamanya orang telenggen)
2. Marga Murib 10 org (keluarga semua).
3. Marga weya,asso, matuan, wetapo, jarinap, tabuni, kurisi, wonerengga dan magay semuanya adalah satu keluarga.
4. Marga Maniagasi, dan Windesi adalah keluarga bendahara, yg selama ini mengamankan Kepala DINAS.
5. Dan teman -teman dari 5 wilayah adat yg lain namanya hampir tdk muncul karna pengumuman tdk sesuai dgn kebutuhan daerah melainkan keinginan sebagai seorang kepala DINAS tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pengumuman ini sangat kelihatan sekali diterapkan sukuisme dan Nepotisme dalam Dinas besar seperti DPMK ini. Semestinya harus melibatkan semua kelompok dari 5 wilayah adat agar di terima berdasarkan kemampuan dan sesuai administrasi yang sudah dikumpulkan. Agar semua sama rata dengan begitu semua puas , oleh karena semua kita mencari kerja sehingga jangan dikorbankan, harus diperlakukan sama dalam memberikan kesempatan kepada kami OAP tutupnya.

Editor: N.Y.

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *