Yesus Sang Penegak Keadilan

MAITON GURIK.

Yesus Sang Penegak Keadilan

“Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum”.(Baca: Kel.23:2).

Selama puluhan tahun setelah pembunuhan Martin Luther King Jr., hari libur nasional Amerika Serikat yang ditetapkan untuk mengenang kelahirannya juga menjadi hari untuk mengingat alasan ia memberikan hidupnya.

Tahun ’50-an dan ’60-an, Dr.King memimpin perjuangan tanpa kekerasan melawan diskriminasi ras dan mengeluarkan petisi bagi hak-hak warga Amerika keturunan Afrika. Tujuan Dr.King adalah keadilan dan persamaan derajat berdasarkan martabat manusia, bukan warna kulit: hitam atau putih.

Sejak zaman Perjanjian Lama (PL) hingga hari ini, Allah memerintahkan umat-Nya untuk bersikap adil dalam berelasi dengan orang lain. Seperti yang dikatakan kitab Keluaran 23:2; “Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum.”

Pertegas lagi, dalam kitab Mikha pasal 6 ayat 8; “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu”.

Lebih tajam lagi, ‘Yesus menegur orang-orang Farisi yang melakukan tugas-tugas religius mereka namun mengabaikan “keadilan dan kasih terhadap Allah”.(Baca: Lukas 11:42).

Jadi, kita memperlakukan orang lain dengan keadilan dan kejujuran merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai orang yang mengenal Yesus. Kita pun dituntut berdiri di depan umum untuk hal yang benar. Berdiri dihadapan hukum yang cacat, berbicara atas keadilan yang sudah dirobek oleh penguasa yang fasis, menegur orang-orang yang munafik, mendidik mereka yang butuh huruf terhadap arti pentingnya persamaan derajat sebagai manusia.

Semuanya itu untuk memuliakan Allah dengan mempraktikkan kebenaran dalam perbuatan kita didunia ini. Artinya, standar keadilan Allah tidak memberi tempat bagi prasangka dan menegakkan keadilan dengan tanpa kompromi. Membela kebenaran dengan kasih tanpa harus dibayar. Memanusiakan manusia dengan cara-Nya dan soal upah itu urusan Tuhan.

Konteksnya, menegakkan keadilan bagi orang Papua yang sudah hilang dan selama 58 tahun lebih sejak Indonesia mengambil alih di wilayah Papua. Jadi, tidak ada alasan bagi orang Papua untuk merebut kembali keadilan yang diambil oleh kolonial Indonesia. Karena itu, sebagai orang yang mengenal Yesus sang penegak keadilan sejati punya tanggung jawab penuh untuk bersuara menegakkan keadilan bagi sesama manusia. Sebab, Yesus sendiri sudah menegakkan keadilan untuk orang-orang yang dianiaya dan ditertindas.* Semoga!

Maiton Gurik. Hobokhouw, 21 Maret 2021. Waktu 15:47 WIT.

 

Editor : Mitha

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *