POSKO PEDULI BENCANA  KUYAWAGI HIMPUNAN MAHASISWA HIPMA- LANI SE-JAWA BALI. 

POSKO PEDULI BENCANA  KUYAWAGI HIMPUNAN MAHASISWA LANNY SE-JAWA BALI. 

Suara Peduli:  Mahasiswa sejawa dan Bali membuka Posko di Yogyakarta untuk mengalang dana untuk membantu korban bencana Alam yaitu kekeringan di Papua tepatnya Kuyawagi. Bencana alam terjadi mengakibatkan semua tanaman mati dan membusuk sehingga menimbulkan kelaparan di wilayah tersebut.  Dan wilayah ini sering sekali terjadi bencana seperti ini yang mengakibatkan kelaparan, karena faktor alam diatas yang sangat unik. Ada beberapa photo sebagai bukti yang telah dilampirkan dibawah dimana hasil pertanian masyarakat tidak bisa dipanen karena membusuk dan mati. 

Profile Kwiyawagi

Kwiyawagi merupakan salah satu daerah di wilayah adat Lapago, di pengunungan tengah Papua diapit oleh 3 kabupaten yakni; Lani Jaya, Nduga, Puncak Papua. Dari 3 wilayah pemerintahan kabupaten ini masing-masing memekarkan pemerintahan ditingkat distrik di lembah Kwiyawagi.

Kabupaten Lani Jaya memekarkan Distrik Wano Barat, Distrik Goa Balim, ditambah Distrik lama Kwiyawagi sedangkan; dari Kabupaten Nduga memekarkan distrik Nenggeyagin, Distrik Wutpaga serta dari kabupaten Puncak Papua memekarkan Distrik Lambewi, Distrik Oneri ditambah Distrik lama Agandugume di wilayah kepala air sungai Balim itu.

Kwiyawagi memiliki persoalan tersendiri disebabkan oleh faktor alam yakni; meluapnya sungai Balim disebabkan tersumbatnya lubang batu sungai Balim masuk kedalam batu sehingga mengakibatkan terendamnya pertanian dan peternakan masyarakat Kwiyawagi, saat luapan air sungai Balim mulai surut bermunculan gejala-gejala penyakit karena bau ekosistem yang terendam air sehingga anak kecil dan lansia mengalami sakit-sakitan, terkadang meninggal dunia.

Kronologi Kekeringan Di Kwiyawagi

Namun kali ini, musibah di Kwiyawagi adalah kekeringan disebabkan oleh hujan embun salju turun belum lama ini. Sejak 28-31 Juni hingga sampai saat ini di distrik Kwiyawagi mengalami kekeringan sehingga tumbuhan dan tanaman mati disebabkan kering dan membusuk berdampak langsung pada kelangsungan hidup masyarakat Kwiyawagi. Matinya tumbuh-tumbuhan dan dedaunan hijau membuat hasil pertanian rakyat, kebun mulai kering, membusuk dan mati.

Foto Warga: Ibu-Ibu Memikul Dahan dan Daun Umbi-Umbian Mengering Di Perkebunan Akibat Bencana Embun Salju Di Kwiyawagi. 

Foto Warga: Ibu-Ibu Duduk Di Atas Beden Kebun Tanaman Keladi Mengering Di Perkebunan Akibat Bencana Embun Salju Di Kwiyawagi.

Tanaman yang menjadi kering membusuk dan mati sehingga tidak bisa dikonsumsi sebab; masyarakat Kwiyawagi bergantung hidup dengan pertanian, berkebun menjadi gagal

 

panen. Kesehatan masyarakat terganggu karena bau dan muncul gejala sakit-sakitan bahkan sampai meninggal dunia rentannya terhadap bayi dan lansia.

Ditambah dengan masalah klasik di Kwiyawagi adalah minimnya fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan serta akses masuk (transportasi) di wilayah Kwiyawagi dari ibukota kabupaten Lani Jaya, Nduga dan Puncak Papua hanya menggunakan udara juga menjadi masalah tersendiri

Sehingga masyarakat Kwiyawagi sangat membutuhkan uluran tangan kita semua mulai dari pakaian layak pakai, sembako, uang, dan obat-obatan sampai sekarang masyarakat masih membutuhkan bantuan kita semua sembari alam dengan caranya mengembalikan kondisi seperti sediakala. tuk itu bantuan dan solidaritas masyarakat luas sangat diharapkan oleh masyarakat Kwiyawagi yang mengalami kekeringan akibat hujan embun salju.

Maka melihat kondisi masyarakat Kwiyawagi yang sangat mempriatingkan, masyarakat luas terpanggil dan memberikan dukungan serta donasi melalui tempat-tempat penangganan bantuan posko darurat   yang telah didirikan oleh para relawan di setiap kota dari ujung Papua sampai Se-Jawa dan Bali

Maka kami dari Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Lani (HIPMA-Lani) Se-Jawa dan Bali terpanggil dan membuka posko penangganan bantuan di Wilayah Indonesia Barat.

Se-Jawa dan Bali Posko dan Penanggungjawab :

Koordinator Jogja : Devran Kogoya Bendahara : Etinus Kogoya

: No. Rekening Bank Papua

 a.n Etinus Kogoya:160 020 100 8685

Anggota                     : Imelda Wonda

 

Editor: Maria

suaraped

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer